Forum PNBB

Forum Diskusi Komunitas PNBB

By Hazil Aulia in PNBB - Proyek Nulis Buku Bareng

Pernah mencoba menggoreng sesuatu dalam wajan yang telah diisi minyak goreng namun apinya baru saja dinyalakan? Pertama, yang terlihat adalah tiadanya reaksi dari minyak goreng tersebut. Maklumlah, dia belum panas. Kedua, jelaslah menyalahi teori tentang aturan menggoreng.

 

Pada pria, konsep seperti ini relatif bisa dan mudah untuk dilakukan. Sebab kodratnya seorang pria itu jauh lebih cepat terstimulasi (apalagi secara visual) dibandingkan wanita, sehingga ibarat fast food, hidangan dengan cepat dapat terlayani dan tersajikan.

 

Berbeda dengan pria, wanita memerlukan proses yang jauh lebih lama dan sifatnya lebih gradual, artinya ada tahapan-tahapan penting yang harus dilalui untuk pencapaian orgasme yang sempurna.

 

Ada istilah/ slang dalam bahasa Jawa, “Jogja” yang maksudnya adalah “njujug saja” artinya langsung ke masalahnya. Dalam konteksnya dengan masalah yang kita bahas ini adalah situasi dimana dalam suatu hubungan seksual, si lelaki tanpa ba bi bu langsung ambil ancang-ancang dan goool… nah di sini, jogja tidak lagi menjadi istimewa, padahal sesungguhnya Jogja itu istimewa seistimewa orang-orangnya.

 

Begitulah, dalam suatu hubungan suami istri perlu disadari bahwa secara kodrati memang ada perbedaan tingkat persiapan untuk mencapai orgasme antara pria dan wanita. Sayangnya, sungguh banyak sekali kaum pria yang tidak menyadari masalah ini, dan menganggap bahwa kaum wanita itu persis sama dengan mereka sehingga siap untuk dilakukan penetrasi kapan saja.

 

Kanjeng Nabi Muhammad menurut sirah, belum pernah melakukan hubungan suami istri tanpa terlebih dahulu yakin akan kesiapan istri beliau untuk penetrasi itu. Nabi melakukannya dengan cara mencumbui bidadari beliau tersebut. Dengan kata lain, Nabi mengajarkan pada kita tentang pentingnya melihat “kesiapan” pasangan kita untuk masuk ke tahap penetrasi.

 

Kalau begitu bagaimana mempersiapkan pasangan untuk masuk ke kondisi yang siap dalam melakukan hubungan? Pemanasan. Ya, melakukan pemanasan, cumbu rayu atau sering diistilahkan dengan foreplay. Di sini tentu saja masing-masing pihak dapat dan harus berperan aktif agar tujuan awal dari suatu hubungan suami istri yakni orgasme bisa tercapai dengan sempurna.

 

Tahap pemanasan, cumbu rayu atau foreplay ini bisa dilakukan dengan saling melakukan pijatan yang sifatnya relaksasi, baik dengan maupun tanpa menggunakan minyak zaitun atau lainnya yang disukai. Bisa pula dengan usapan, belaian, rabaan, yang kategorinya “luar biasa”. Di samping itu, pada tahap ini stimulasi-stimulasi juga dilakukan pada seluruh titik-titik khusus, dengan menyisakan satu atau dua titik yang paling khusus bagi tiap pasangan untuk distimulasi paling akhir sebelum dilakukan penetrasi.

 

Wanita biasanya selalu memberitahukan akan kesiapannya untuk tahap penetrasi, sekalipun demikian, tetap harus dilihat apakah memang vagina sudah siap untuk penetrasi. Kesiapan ditandai dengan jumlah cairan dari vagina yang cukup, karena jumlah cairan yang cukup pada vagina akan membantu kenyamanan kedua pihak dalam melakukan hubungan.

 

Berapa lama waktu yang diperlukan dalam melakukan foreplay? Tidak ada jawaban yang pasti. Alam akan menuntun Anda dan pasangan untuk berjalan meniti jembatan kebirahian, menikmati alunan dan rintihan gairah, menangguk romansa menunggang libido untuk menyeberang hingga sampai pada kesempurnaan orgasme. Jadi tidak perlu mematok diri harus 10 menit, 20 menit 1 jam dan sebagainya, itu semua adalah deretan angka-angka yang menjerumuskan kita pada situasi yang tidak sehat.

 

Kesimpulannya, dalam keadaan normal, semakin sempurna pemanasan atau foreplay yang dilakukan, maka semakin sempurna pula orgasme yang akan diraih oleh pasangan tersebut. Oleh karena itu, jangan sekali-kali mengabaikan proses atau tahapan foreplay ini.

 

Pilihlah Jogja yang istimewa karena memang istimewa seistimewa orang-orangnya, bukan jogja yang membuat pasangan Anda (terutama wanita) kecewa dan pusing kepala.

 

Oleh Hengki Kumayandi

 

Rinai gemericik mendendangkan tahmid.

Seperti dedaunan bergerak-gerak melantunkan takbir.

Lembayung mempesonakan indra mengucap kidung kesyukuran.

Mata ini sembab, sesembab tebing-tebing di singgahi embun

Ada lantunan Dzikir di setiap hela hembusan nafas

Berucap tiada henti memanjatkan pinta

 

Satu doa untuk cinta.

Kudayungkan asa di senja-Mu yang megah.

Bilakah Engkau titipkan tulang rusuk yang Engkau kasihi?

 

Seperti Engkau mengasihi seisi alam di senja ini

Mengasihi sepasang merpati mengalunkan kepakan menuju bias cahaya

Apakah ujiannya ini belum selesai?

Apakah masih banyak senja yang mesti kulalui dengan lantunan-lantunan panjatku pda-Mu

 

Duhai,

Siapakah gerangan dia?

Aksara-aksara tak mempan mengukirnya.

Atau aku harus seperti Saad sahabat baginda?

Yang Engkau temukan cintanya di Surga?

 

Tidak,

jangan jadikan aku seperti itu.

Aku ingin seperti Lembayung, burung-burun

Dan dedaunan yang bergerak-gerak.

 

Memuji-Mu, mengagungkan nama-Mu

Bersamanya, bersama cinta, seperti sepasang Merpati

yang mengepak berdua di senja-Mu yang megah.

 

Kuching, Sarawak Malaysia. 25 April 2012

 

By Edris Ernawan in PNBB - Proyek Nulis Buku Bareng

Film Banyu Biru  berkisah tentang seorang pemuda yang mencoba mencari jawab atas berbagai persoalan hidup yang ia alami.

 

Cerita diawali dengan menampilkan keluarga Oskar (ayah Banyu). Pada awal cerita dikisahkan saat istri Oskar sedang menemani putrinya, Biru, berenang di kolam renang belakang rumahnya. Tetapi suaminya memanggil dan menanyakan tentang lembar-lembar kerja yang tak ditemukannya. Akhirnya Biru ditinggalkan sendirian di kolam renang. Sebuah tragedi terjadi. Entah berapa ibu Biru meninggalkan Biru di kolam sendirian hingga kemudian didapati oleh Banyu, kakak Biru, Biru telah terapung dipermukaan kolam. Ia meninggal karena tenggelam. Banyu menjerit hsiteris kemudian teringatlah saat-saat indah dan menyenangkan bersama adiknya, saat-saat mereka bermain bersama.

 

Ibu Banyu, istri Oskar, tidak tahan dengan itu semua. Dia shok dan akhirnya ia juga meninggal dunia. Banyu merasakan bahwa tidak ada siapa-siapa lagi dalam hidupnya. Adiknya meninggal. Ibunya juga meninggal sedangkan ayahnya terlalu asik dengan pekerjaaannya dan tidak mau peduli dengan dirinya. Akhirnya ia meninggalkan rumah dan pergi ke kota.

 

Di kota ia bekerja di supermarket. Berbagai permasalahan selalu bermuara pada dirinya. Hidupnya dipenuhi dengan masalah. Ia tidak bisa menikmati kehidupan. Suatu saat ia diminta menggantikan temannya hadir dalam seminar tentang pelayanan terhadap konsumen. Padahal saat itu ia sangat capek, sedang tidak enak badan dan dalam dirinya penuh masalah maka ia pergi ke psikiater untuk menyelesaikan masalahnya. Psikiater menyarankan agar ia kembali kepada keluarganya, kepada ayahnya. Karena menurutnya, saat itu waktu yang tepat. Sudah saatnya ia kembali pada keluarga dan menyelesaikan masalah keluarga, masalah dengan ayahnya. Sebelumnya ia telah mendapat telpon dari pamannya agar hadir dalam pesta perkawinannya yang kelima.

 

Dengan rasa caapek dan pusing ia paksakan hadir dalam seminar itu, mewakili temannya. Tetapi ia tidak dapat berkonsentrasi. Pikirannya penuh masalah dan pusing di kepalanya menyebabkan ia harus minum obat sampai akhirnya ia tertidur. Dalam tidurnya inilah mengalir cerita dalam mimpinya.

 

Dalam mimpinya ia kembali ke rumah. Tetapi ia tidak bertemu dengan ayahnya bahkan rumahnya telah kosong dan dipenuhi debu. Dari Sulah, ia memperoleh informasi bahwa ayahnya telah pindah tetapi ke mana pindahnya, Sulah juga tidak tahu. Di sinilah terjalin cinta pertama Banyu dengan Sulah. Banyu sangat merasakan cinta itu hingga ketika dalam perjalanan ia tersenyum sendiri, senyum karena senang.

 

Karena ayahya telah pindah, akhirnya ia pergi ke rumah pamannya yang waktu itu sedang mengadakan pesta pernikahannya yang kelima. Dari pamannya inilah Banyu  mengetahui bahwa ayahnya telah pindah ke Pangkal Pinang. Pamannya mengatakan bahwa ayahnya sebenarnya tidak seperti yang dibayangkan Banyu. Cintanya pada anak dan istri tak pernah habis. Karenanya sang paman menyarankan Banyu untuk menemui ayahnyadan menyelesaikan persoalannya.

Benar, Banyu akhirnya pergi ke pulau Pangkal Pinang. Dalam perjalanannya mencari rumah ayahnya di Pangkal Pinang, ia bertemu dengan Arif, teman SD-nya yang dulu sering ia ejek sebagai seorang yang banci. Pertemuan itu tidak disengaja karena Banyu hanya mau bertanya tentang mobil yang bisa mengantarkannya ke pelabuhan. Tetapi dari Arif, Banyu mendapatkan banyak hikmah. Arif yang dulu dikatakan banci ternyata mampu memberi manfaat pada desanya.

Ketika Banyu sampai di pulau Pangkal Pinang ia langsung menuju ke sebuah rumah dekat pantai dan di situlah ayahnya tinggal. Banyu tetap menyalahkan ayahnya, ia katakan bahwa ayahnya egois, tidak mencintai ibunya dan hanya mementingkan pekerjaanya. Oskar, ayah Banyu marah dan berusaha memberika pengertian kepada Banyu bahwa apa yang dikatakan Banyu tentang dirinya semuanya tidak benar. Ia sangat mencintai ibu Banyu. Ia mencintai Banyu, anaknya. Sebagai buktinya ia berikan cincin perkawinannya yang ia gantungkan sebagai bandul kalung kepada Banyu. Ia berharap suatu saat nanti Banyu mengerti akan ayahnya. Akan hatinya.

Akhirnya Banyu ingin kembali lagi dan meninggalkan ayahnya. Di tengah perjalanan lautnya ia pusing dan terlempar di laut. Ia terbangun dari mimpi dan bertekad untuk menyelesaikan masalahnya dengan kenyataan,  bukan dalam impian. (607 kata)

 

+++++++++++++

+++++++++++++

 

Postingan berikutnya Insya Alloh berupa Apresiasi Film Banyu Biru

Minta dukungannya ya agar bisa segera memposting apresiasi film tersebut secara bersambung....

By Hazil Aulia in PNBB - Proyek Nulis Buku Bareng

Catatan: Tulisan ini sama sekali tidak dimaksudkan untuk terkesan vulgar, namun harus dibaca dalam koridor pembelajaran.

Pada tulisan-tulisan sebelumnya, disebutkan bahwa ada peran stimulasi dalam pencapaian orgasme pada kedua belah pihak. Besar dan kecilnya stimulasi yang diberikan juga akan mempengaruhi “kualitas” serta “rasa” orgasme yang diraih oleh masing-masing pihak.

 

Masalahnya sekarang, bagaimana seseorang bisa melakukan stimulasi sedangkan ia tidak mengetahui bagian mana dari pasangannya yang perlu distimulasi atau membutuhkan stimulasi? Oleh karena itu, sangat penting artinya bagi kita untuk mengetahui titik-titik atau daerah khusus pada pasangan dan secara rahasia hanya diketahui oleh masing-masing pasangan yang fungsinya sebagai sumber pendorong gairah atau libido dan jalan untuk pencapaian orgasme yang sempurna tersebut. Namun, dari sisi keilmuan, memang ada titik-titik umum yang setelah melalui penelitian mendalam diketahui sebagai titik-titik atau daerah sensitif nan melekat pada setiap insan. Sekali lagi, titik-titik atau daerah sensitif bagi pria satu dengan lainnya bisa berbeda-beda, pun demikian halnya dengan wanita yang satu dengan yang lainnya, sehingga tidak perlu merasa “berkelainan” manakala tidak merasakan titik yang satu, tetapi menyukai titik yang lain.

 

Sang Maha sangat mengetahui kebutuhan kita, sehingga sedari awal, tubuh kita sudah didesain sedemikian rupa agar kebutuhan itu betul-betul pas untuk kita. Hanya saja sayangnya, sering saling berkebutuhan ini diabaikan sehingga apa yang dimaksudkan oleh Sang Maha sedari awal tidak tercapai. Beberapa faktor pemicunya antara lain, ketidakpedulian, ketidaktahuan, ketidaksabaran dan sebagainya. Faktor pemicu ini tentu harus disikapi secara hati-hati karena satu di antara persoalan yang timbul dalam kerumahtanggaan bisa jadi dimulai dari sini.

 

Titik-titik umum bagi pria berbeda dengan titik-titik khusus pada wanita. Namun, kalau boleh disimpulkan, titik-titik khusus pada wanita jauh lebih banyak dari pria, dan jauh lebih banyak dari apa yang dipaparkan di sini. Mengapa? Karena Sang Maha memang telah mendesain struktur tubuh wanita dengan sempurna dan meletakkan titik-titik khusus pada hampir di seluruh tubuh mereka, yang apabila dilakukan stimulasi akan mendorong, memperkuat serta mempercepat pencapaian orgasme.

 

Titik-titik khusus pada pria secara umum adalah sebagai berikut:

1. Leher

Seperti wanita, pria juga senang disentuh, dicium dan sebagainya di area ini. Sensasi yang dirasakan pria sama hebatnya dengan yang dirasakan oleh wanita.

 

2. Rambut dan kepala

Yang dimaksud di sini adalah biarkan pasangan membelai, meremas atau sedikit menjambak rambut ketika bercinta.

 

3. Telinga

Umumnya kaum pria senang merasakan sensasi di seputar telinganya.

 

4. Perineum

Ada satu titik yang kadang terlupakan, yakni perineum. Posisinya yang agak tersembunyi, yakni antara skrotum dan anus, membuat titik ini jarang mendapat perhatian. Padahal area ini dapat memberi sensasi khusus untuk pria.

 

5. Puting

Pria juga senang jika pasangannya mengeksplorasi putingnya, walau tidak semua pria menyenanginya. Oleh karena itu, cara terbaik untuk mengetahui apakah pasangan suka atau tidak adalah dengan mencari tahu secara langsung, baik dengan cara licking mau pun sucking.

 

6. Jari

Umumnya pria senang jika pasangannya mengeksplorasi bagi ini, sebagai refleksi dari cara pasangan memperlakukannya ketika bercinta.

 

7. Punggung

Ketika membelai atau mencium punggung pasangan, perasaan nyaman dan damai mengaliri tubuh. Karena itu, jika sedang bercinta jangan lupa belailah punggung pasangan dengan lembut.

 

8. Penis

Penis menjadi titik utama pada pria, terutama pada bagian frenulum, daerah sensitif di bagian bawah penis, di pertemuan lipatan-lipatan organ tersebut. Bentuknya menyerupai daun bunga. Titik ini jika disentuh, dapat menghasilkan sensasi yang meningkatkan gairah pria. Tempat tersebut merupakan tempat berkumpulnya ujung-ujung syaraf dan juga sangat sensitif. Terutama ketika ia sangat terangsang dan bila organ tersebut tengah membesar.

 

Sedangkan titik-titik khusus pada wanita, secara umum sebagai berikut:

 

1. Pangkal lengan

Pangkal lengan merupakan bagian yang terdekat untuk melanjutkan sentuhan. Pada saat itu sentuhan di lengan ini akan terlihat bagaimana reaksinya. Pangkal lengan bagian dalam lebih sensitif di bandingkan bagian luar.

 

2. Ketiak

Pasangan Anda akan suka sekali jika disentuh di bagian ini. Setelah menyentuh pangkal lengannya, Anda bisa meneruskannya ke arah ketiak. Bagian ini cukup sensitif sehingga jangan sampai menggangu suasana, misalnya, membuatnya kegelian dan bukannya terangsang. Anda bisa mengarahkan sentuhan pada bagian depan ketiak, tepatnya di pangkal lengan.

 

3. Leher

Setelah menyusuri ketiak, teruskan ke bagian atas atau ke bawah. Jika ke atas, arahkan ke lehernya, bisa sisi kanan maupun kiri. Sentuhan yang lembut pada bagian ini akan membuat pasangan bergairah. Telusuri pula bagian leher dari depan hingga belakang, lakukan dengan perlahan dan lembut karena bagian belakang leher sangat sensitif.

 

4. Belakang telinga

Di sini, ringankan sentuhan Anda dan kurangi tekanan pada tangan. Lakukan dengan lembut. Coba lakukan sentuhan yang terasa antara ada dan tiada karena iramanya akan terasa sensasional.

 

5. Pipi dan bibir

Anda tidak harus terus bermain di belakang telinganya. Misalnya, saat jemari telunjuk Anda menyentuh belakang telinganya dan jari yang lain menyentuh pipi. Jari lainnya bisa menyentuh bibirnya. Ingat, dengan semakin lembut sentuhan Anda pada bagian-bagian tubuhnya, gairahnya akan semakin meningkat.

 

6. Payudara

Sentuh bagian ini dengan elusan lembut dan remasan mesra, maka pasangan Anda akan menyukainya, walaupun ada juga wanita yang terlalu sensitif sehingga sentuhan pada bagian payudara justru tidak disukainya. Hampir seluruh bagian payudara merupakan daerah yang sensitif. Anda bisa merangsangnya menggunakan tangan, mulut, lidah dan bahkan gigi.

 

7. Puting payudara

Ini bagian payudara yang paling sensitif, karena terdapat banyak sekali syaraf-syaraf di sana. Puting bila disentuh akan muncul tanda bintik-bintik dan mengeras sebagai pertanda telah terangsang.

 

8. Perut

Seluruh wilayah perut akan menimbulkan rangsangan hebat bila disentuh dengan lembut dan rabaan mesra.

 

9. Punggung

Meski ada di belakang tubuh, punggung tidak kalah sensitif bila diraba pada titik erotik. Mau tahu di mana titik itu? Tepat di tengah-tengah punggung. Rabalah dengan lembut menggunakan ujung jari.

 

10. Pinggul

Daerah ini termasuk daerah paling sensitif. Ada beberapa bagian yang sangat sensitif dan menimbulkan rangsangan bila disentuh. Antara lain pinggul bagian belakang.

 

11. Pangkal paha

Rangsangan lembut di bagian ini akan menimbulkan reaksi yang hebat.

 

12. Paha

Rabalah bagian paha ini dengan lembut. Bila muncul bintik-bintik, pertanda rangsangan telah timbul. Maka rabalah terus dengan mesra dan lembut.

 

13. Vagina

Inilah bagian inti yang akan menimbulkan puncak kenikmatan dalam berhubungan intim. Perlu diketahui bahwa pada vagina ada beberapa bagian titik rangsangan, di antaranya bibir vagina, daerah sekitar vagina dan puncaknya pada klitoris.

 

Titik khusus yang berkaitan dengan vagina akan dibahas pada tulisan tersendiri, mengingat perlu penjelasan yang lebih panjang.

 

Yang perlu dicatat adalah titik-titik di atas merupakan titik-titik yang umum. Eksplorasi lebih lanjut terhadap pasangan sangatlah diperlukan untuk menemukan titik khusus spesifik lainnya pada pasangan kita.

 

Nah, sudahkah kita saling mengetahui titik-titik khusus pada pasangan kita? Sudahkah kita dan pasangan kita saling menstimulasinya? Sudahkah kita dan pasangan kita saling mengeksplorasi untuk menemukan titik-titik khusus atau titik-titik favorit yang hanya kita dan pasangan kita saja yang mengetahuinya?

 

Kalau belum, saran saya adalah, lakukan, lanjutkan, lebih cepat lebih baik.

 

Yogyakarta, 24 April 2012

Mission

Mission

By Ibnu Sururi Asy-Syirbuny in PNBB - Proyek Nulis Buku Bareng

Alan dan Jennifer tiba di markas Ricardo. Jennifer kembali ke kamarnya, sementara Alan segera berjalan menemui Ricardo. Ricardo dan komplotannya berada di lantai dua sedang melakukan perbincangan serius. Ricardo duduk di tengah memimpin komplotannya yang duduk mengitarinya. Beberapa saat kemudian, Alan pun muncul.

“Hey, Alan, duduklah, malam ini ada tugas untukmu.” Kata Ricardo sambil memainkan serutu di tangannya.

“Tugas apa, bos?” Tanya Alan lalu duduk bersama yang lainnya.

“Tugasmu hanya membawa sebuah barang ke sudut kota Rio. Lalu nanti kau melakukan transaksi dengan seseorang. Awas jangan sampai ketahuan polisi. Tapi jika polisi datang, segera kau melarikan diri. Nanti kita bertemu di suatu tempat.” Tutur Ricardo agak santai.

“Di mana transaksi itu?”

“Di Santo Cristo. Kamu akan ditemani oleh Robert.” Terangnya sambil menunjuk orang yang dimaksud.

“Ingat, kalau transaksi kamu diketahui polisi, maka kamu harus lolos dari kejaran mereka. Pokoknya berhasil atau pun tidak, kamu harus menemui saya di De Neiro.” Lanjut Ricardo.

Alan dilanda dilema. Dia menduga ini pasti transaksi narkoba. Ini adalah misi pertamanya. Bagaimana kalau misinya gagal. Dia pasti akan masuk penjara lagi. Sengsara seumur hidup di balik jeruji besi. Bahkan lebih parah lagi, dia bisa saja tertembak oleh pasukan polisi Rio. Ricardo menangkap gelagat tak tenang pada diri Alan. Dia memaklumi karena Alan memang anak baru dalam komplotannya.

“Tenanglah, Alan, yang kau bawa itu bukan narkoba.”

“Apa itu?”

“Nanti kamu akan tahu.”

Alan agak heran dengan penjelasan Ricardo. Namun setidaknya dia tidak akan membawa barang haram semacam heroin dan sejenisnya. Dia ingin lepas perlahan-lahan dari pekerjaan ini. Mumpung dirinya belum terlibat terlalu jauh.

“Apa kau siap?” Tanya Ricardo agak tegas.

“Ok, sir.”

 

***

Hari sudah malam. Tidak ada bintang-bintang yang terlihat di langit sana. Sepertinya cuaca sedang mendung. Di garasi sudah siap mobil Ferari 250 GTO yang dulu pernah dinaikinya. Alan mengecek keadaan mesin mobil itu. Terdengar suara mesin yang cukup halus. Dia lalu memainkan semua lampu-lampunya yang masih berfungsi dengan baik.

“Hi, buddy, gimana keadaan mobil ini?” Tanya Robert sambil meraba body mobil itu.

“Dia sedang on fire.” Canda Alan dengan masih memainkan gas mobil tersebut.

“Apa kau bisa mengemudikannya.” Robert menyindir Alan.

“Hey, kau jangan meremehkan saya, saya mantan pembalap professional, kawan.” Alan menjawab santai.

“Tepatnya pembalap jalanan.” Ledek Robert.

Robert mengangkat sebuah koper yang dimasukkan ke dalam bagasi. Lalu dia pun masuk ke dalam mobil dengan membawa beberapa peralatan senjata seperti pistol dan senapan mesin AK47.

Let’s go, buddy!” Ajak Robert bersemangat.

Mobil itu mulai berangkat perlahan meninggalkan pemukiman kumuh gangster narkoba. Alan kembali melewati gemerlapnya pusat kota Rio de Janeiro. Alan menginjak pedal gasnya sampai full. Mobilnya melesat kencang meninggalkan mobil-mobil lainnya.

Warna langit di malam itu terlihat semakin gelap. Beberapa kali terdengar suara petir menyambar-nyambar. Suasana alam pun menjadi kelam dan mencekam. Tetesan air hujan mulai jatuh satu per satu di kaca depan mobil yang dikemudikannya. Semakin lama hujan itu turun semakin deras. Jalanan pun menjadi basah dan licin. Adapun Alan masih fokus mengendalikan mobilnya.

Setelah menempuh waktu sekitar satu jam, akhirnya dia sampai di wilayah Santo Costa. Alan pun berhenti di sebuah tempat. Suasananya nampak sepi. Dia lalu menunggu rekan transaksi mereka. Sesuai dengan intruksi dari Ricardo. Sementara guyuran hujan turun semakin deras saja.

“Robert, mana rekan bisnis kita.” Tanya Alan sambil melihat lingkungan sekitar.

“Tunggu sebentar lagi, mereka akan datang.”

Tak lama kemudian, ada suara sirene mobil polisi yang masih terdengar samar-samar. Beberarapa saat kemudian, suara itu terdengar semakin jelas. Dari kejauhan, Alan melihat ada segerombolan mobil polisi yang mendekatinya.

“Oh, sial, bukan rekan kita yang datang. Tapi polisi yang datang.” Kata Alan segera memacu kendaraanya.

Alan mengemudikan mobil itu secepatnya. Dari arah belakang, terdengar suara tembakan yang mengarah pada mobilnya. Dia menghindari tembakan itu dengan cara mengemudikan zig-zag. Namun, tembakan itu datang bertubi-tubi dari berbagai  arah. Kaca mobil bagian belakang pun pecah. Sesekali Alan dan Robert merunduk untuk menghindari lesatan besi panas itu. Robert pun segera melakukan perlawanan dengan menembakkan berondongan senapan mesin AK47 miliknya. Ada satu mobil yang berusaha menghindar dari tembakan Robert, namun mobil itu terbalik karena menabrak badan jalan.

Mobil Ferrari itu melaju semakin cepat. Pasukan mobil polisi itu pun semakin tertinggal jauh. “Kemana mereka, apakah kita sudah aman, Robert?” Tanya Alan. Namun naas baginya, di depannya sudah menunggu segerombolan mobil polisi yang lain. Ada beberapa polisi berdiri menodongkan pistol ke arah Alan. Tak ada pilihan lain, Alan pun maju terus menerobos pasukan polisi itu lalu melewati trotoar jalan. Mereka semua menghindar tapi terus melakukan serangan ke arah mobil Alan. Kaca bagian depan pun pecah. Lalu tiba-tiba, sebuah peluru meluncur deras ke arah Robert.

"Dooorrr..!"

“Aaaaah…!”

Robert pun terkena tembakan di bagian lengan kanannya.

***

Bersambung

Dapatkan pemberitahuan artikel & berita-berita terbaru dari PNBB melalui email anda.
© 2021 PNBB - Allright Reserved - Site Credit
menu