Penikmat Malam (Belum Menyentuh Bulan)

Penulis
Publikasi
8 Oktober 2014
Kategori
Ringkasan :
Judul: Penikmat Malam (Belum Menyentuh Bulan) Penulis: Wahyu Langgeng Prastiyo Penyunting: Tim Pustaka Hanan Penerbit Digital: Pustaka Hanan Tebal: 30 Halaman Size: 1,2 MB E-Book ini adalah kerjasama Perpustakaan Online dengan komunitas menulis PNBB (Proyek Nulis Buku Bareng)   Mimpi, pengalaman bawah sadar yang setiap manusia pasti pernah mengalaminya saat ia terlelap. Mimpi membuat manusia […]
divider
Penikmat Malam (Belum Menyentuh Bulan)

Penikmat Malam (Belum Menyentuh Bulan)

Judul: Penikmat Malam (Belum Menyentuh Bulan)
Penulis: Wahyu Langgeng Prastiyo
Penyunting: Tim Pustaka Hanan
Penerbit Digital: Pustaka Hanan
Tebal: 30 Halaman
Size: 1,2 MB
E-Book ini adalah kerjasama Perpustakaan Online dengan komunitas menulis PNBB (Proyek Nulis Buku Bareng)

 

Mimpi, pengalaman bawah sadar yang setiap manusia pasti pernah mengalaminya saat ia terlelap. Mimpi membuat manusia memiliki bayangan. Bayangan tentang kehidupan di masa lalu maupun di masa depan. Mimpi banyak melahirkan kisah, kisah senang, bahagia, sedih, rindu, malu, dan masih banyak perasaan lain yang mampu dituai dari sebuah mimpi. Melalui karya e-book pertama dari penulis ini, penulis ingin berbagi pengalaman mimpi. Pengalaman yang singkat dari sebuah mimpi perpisahan dengan orang tersayang yang berusaha penulis tuangkan sederhana dalam sebuah karya fiksi novelet ini.

Dari setiap mimpi yang kita alami terkadang mampu membangkitkan daya imajinasi yang tinggi. Penulis berharap dengan adanya karya ini, pembaca bisa ikut terimajinasi dengan mimpi-mimpi yang pernah dialami dan bisa memberikan inspirasi tersendiri dalam hidup yang singkat ini.

Novelet “Penikmat Malam (Belum Menyentuh Bulan)” ini adalah novelet edisi pertama dari Trilogi Novelet “Menembus Angan” yang ingin segera dirampungkan penulis. Semoga bermanfaat.

divider
Artikel sebelumnya:
«

Punya tanggapan untuk artikel ini?

Judul
: Penikmat Malam (Belum Menyentuh Bulan)
Penulis
Publikasi
8 Oktober 2014
Kategori

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

One comment on “Penikmat Malam (Belum Menyentuh Bulan)”

  1. Ia masih menunggu, hingga pukul sembilan malam, ketika antrean mulai semakin ramai oleh orang-orang yang habis menonton panggung musik tadi. Dias mulai bosan dan lelah, tubuhnya telah lunglai karena berdiri terlalu lama. Ia sempat didorong juga dikritik oleh beberapa penikmat seni yang menunggu di pintu masuk pameran.

Dapatkan pemberitahuan artikel & berita-berita terbaru dari PNBB melalui email anda.
© 2020 PNBB - Allright Reserved - Site Credit
linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram