Forum PNBB

Forum Diskusi Komunitas PNBB
By Hazil Aulia in PNBB - Proyek Nulis Buku Bareng

Dalam keadaan normal, setiap pria dan wanita bisa mendapatkan dan meraih  atau menggapai orgasme itu. Sekali lagi, dalam keadaan normal. Normal di sini artinya, tidak ada kelainan-kelainan pada organ genitalia (internal maupun eksternal) pun tidak ada hambatan psikis yang membuat ketakorgasmean itu muncul.

 

Dengan struktur internal maupun eksternal yang berbeda, maka memang terdapat perbedaan tipe orgasme antara wanita dan pria. Allah SWT menganugrahi wanita dengan tipe orgasme yang paling banyak, begitu juga dengan kemampuan multiple orgasmicnya, sedangkan pria lebih sedikit tipenya. Mungkin ini dikaitkan dengan posisi pria sebagai pemimpin bagi wanita dalam ajaran agama, sehingga dengan tipe orgasme yang tidak sebanyak wanita diharapkan ia lebih fokus dalam melaksanakan kepemimpinannya terhadap wanita, fisik maupun psikis. Sebaliknya, pada wanita karena “tugas” kerumahtanggaan yang banyak dan juga menjadi ladang pahala baginya, termasuk mengasuh anak, mengelola rumah tangga dan sebagainya, ia diberi “bonus” berbagai tipe orgasme yang bisa diraih sebagian maupun seluruhnya pada saat berhubungan suami istri.

 

Pada wanita, setidaknya terdapat 3 tipe orgasme, yakni vaginal, servikal dan klitoral. Lalu apa perbedaan orgasme vaginal, servikal dan klitoral?

 

Seperti namanya, orgasme vaginal terjadi bila stimulasi fokus dilakukan pada vagina, orgasme servikal terjadi bila stimulasi fokus dilakukan pada area serviks dan orgasme klitoral terjadi bila stimulasi fokus dilakukan pada area klitoris wanita.

 

Apakah stimulasi pada payudara atau puting mempengaruhi orgasme? Bisa ya bisa pula tidak. Dalam beberapa kasus, ada wanita yang tidak merasa nyaman saat pasangannya melakukan stimulasi pada puting ataupun payudaranya. Namun, umumnya hampir semua wanita bisa merasakan dan menikmati sensasi stimulasi pada payudara serta putingnya. Hal yang sama juga terjadi pada kaum pria. Sedangkan besar kecilnya sensasi stimulasi yang dirasakan antara payudara atau puting sebelah kiri dan kanan bisa sama, bisa pula berbeda pada tiap wanita maupun pria.

 

Apakah Latihan Kegel Bisa Memperkuat Orgasme Pada Wanita? Seorang ginekolog di tahun 1940, Arnold Kegel, menemukan suatu teknik bagi wanita yang berfungsi untuk memperkuat otot PC (pubococcygeus). Teknik ini beberapa dekade berikutnya juga diketahui membantu pria untuk bisa mendapatkan orgasme berulang. Otot PC ini pada manusia menghubungkan tulang kemaluan ke tulang ekor. Ia merupakan tempat penyangga bagi organ genitalia internal, saluran kemih, kandung kemih serta rectum sehingga organ-organ tersebut tidak turun atau lemah.

 

 

Kegel juga menemukan alat yang bisa mengukur seberapa kuat otot PC seorang wanita. Alat ini disebut Kegel Perineometer, yang di samping berfungsi untuk mengukur kekuatan otot PC, ia juga bisa digunakan untuk melatih otot PC.

 

Tetapi sebenarnya tanpa alat itu pun ktia bisa melatih otot PC. Tekniknya sangat sederhana, dan bisa dilakukan setiap waktu, kapan saja, di mana saja. Pernahkah Anda merasa sangat ingin (kebelet) buang air kecil? Pada saat belum menemukan tempat peturasan, yang kita lakukan adalah menahannya bukan? Ketika kita menahan agar urin tersebut tidak keluar, otot yang bekerja adalah otot PC. Dengan melakukan latihan (seolah) menahan dan melepaskan urin (sekalipun waktu itu tidak ingin buang air kecil) secara rutin, dan berupaya meningkatkan “kekuatan” daya tahan dari waktu ke waktu, maka kekuatan otot PC akan semakin tinggi. Penelitian juga menemukan bahwa ada korelasi yang tinggi antara otot PC yang kuat dengan respon orgasme.

 

Sebelum dan selama orgasme, pada wanita secara alamiah akan menghasilkan 2 bentuk umum cairan dari vagina. Pertama pelumas vaginal, berupa cairan bening namun bukan dikeluarkan dari kelenjar (namun ada kelenjar yang berperan untuk itu), tetapi berasal dari pembuluh darah yang mengalir perlahan dan akhirnya membasahi bagian dalam vagina. Di sini kita juga perlu mensyukuri dan melihat betapa Mahanya Sang Maha. Coba bayangkan seandainya kedua tangan disilangkan, kemudian digosokkan satu dengan lainnya secara cepat dan kuat, apa yang dirasakan? Panas dan sakit bukan? Betapa tersiksanya seorang wanita merasakan sakit, bila hubungan seksual dilakukan manakala vaginanya belum cukup tercairi. Cairan yang kedua adalah yang disebut dengan cairan ejakulasi wanita. Cairan ini keluar dari saluran kemih, namun bukan berupa kemih. Dahulu ejakulasi pada wanita masih merupakan hal yang kontroversial. Tentang hal ini akan dibahas dalam tulisan tersendiri.

 

Posisi tubuh saat melakukan hubungan seksual juga mempengaruhi orgasme, sebab pada wanita posisi tubuh yang kurang sesuai tidak akan mampu untuk menstimulasi sebagian atau seluruh tipe orgasme di atas yakni klitoral, vaginal dan servikal.

 

Kadang sering juga kita membaca tentang orang yang memasalahkan ukuran besar dan panjang alat vital. Apakah ukuran besar dan panjang alat vital (dalam hal ini penis) mempengaruhi orgasme pada wanita? Sebenarnya tidak, sekalipun ada penelitian yang menemukan bahwa wanita menginginkan ukuran (diameter) yang besar. Dengan ukuran yang “umum” 10 – 15 cm saat ereksi, sebetulnya sudah mencukupi, di samping itu, suatu vagina didesain untuk lentur bukan? Tampaknya besar dan panjangnya penis merupakan suatu bunga fantasi seperti juga bagi sebagian pria yang “menerjemahkan” besar kecilnya payudara seorang wanita.

 

Apakah pria bisa ejakulasi tanpa orgasme atau orgasme tanpa ejakulasi? Jawabannya bisa. Di sisi lain, ada kondisi di mana pria tidak bisa orgasme dan juga tidak bisa ejakulasi. Misalnya pada posisi setelah dilakukan operasi kelenjar prostat, kasus-kasus psikologis dan sebagainya. Contoh lain, ejakulasi dini/ ejakulasi prematur, dimana belum cukup terjadi stimulasi penis secara fisik. Sebaliknya, bisa pula terjadi penundaan ejakulasi, namun mendapatkan orgasme berulang, serta “melepas” ejakulasi pada saat ia merasa siap untuk itu. Ada beberapa teknik yang bisa dilakukan, misalnya melakukan apa yang disebut dengan tantric sex. Tantric sex ini antara lain melatih kemampuan seksualitas dengan teknik pernafasan, melatih aliran “chi” dalam tubuh dan sebagainya.

 

Cairan apa yang keluar dari penis sebelum ejakulasi? Cairan ini dalam agama sering disebut dengan mazi. Cairan ini secara alamiah akan keluar apabila seorang pria terstimulasi. Cairan ini terpicu oleh kelenjar Cowper dan tidak mengandung sperma. Cairan ini berfungsi juga untuk membantu pelumasan penis saat hubungan seksual terjadi.

 

Yogyakarta, 3 April 2012

By Hazil Aulia in PNBB - Proyek Nulis Buku Bareng

Pada tulisan sebelumnya, telah disinggung selintas mengenai pengertian orgasme, bahwa orgasme itu adalah suatu bentuk dari sensasi tubuh yang menyenangkan dan kepuasan menuju ke intensitas puncak yang pada akhirnya bisa melepaskan ketegangan serta menciptakan perasaan puas dan relaksasi.

 

Di sini terlihat bahwa seharusnyalah orgasme itu dalam konteks hubungan suami istri menghasilkan perasaan puas dan relaksasi pada kedua belah pihak. Terkait dengan hal ini, maka ada beberapa pertanyaan yang mungkin sering muncul di pikiran. Dengan mengetahui konsep-konsep dasar sebagai penjelasan dari pertanyaan-pertanyaan tersebut, diharapkan muncul gambaran utuh mengenai hal-hal terkait dengan orgasme itu.

 

Apakah pria dan wanita mengalami sensasi yang sama saat orgasme?

Tidak ada jawaban yang pasti mengenai pertanyaan ini. Tiap orang akan memiliki gambaran yang berbeda-beda dalam mendeskripsikannya. Tetapi satu hal yang pasti adalah bahwa dalam orgasme, ada dua organ tubuh yang terkait yakni penis dan klitoris (penjelasan lebih lanjut tentang organ tubuh ini dibahas dalam tulisan berikutnya). Mengapa? Karena keduanya berasal dari jaringan yang sama saat embrio berkembang. Dan hebatnya lagi, selama kita hidup, syaraf tulang belakang (spinal cord) dan otak itu terhubung pada penis dan klitoris melalui rute syaraf yang sama (syaraf pudendal). Oleh karena itu, untuk jawaban pertanyaan ini, para peneliti mengatakan patut diduga, secara umum baik pria maupun wanita memiliki perasaan yang serupa.

 

Mengapa tidak semua orgasme mempunyai “rasa” yang sama?

Pada wanita (pertanyaan ini sering muncul pada wanita), menurut penelitian, organ intimnya dihubungkan ke beberapa pasang syaraf yang melayani pasangan syaraf yang berbeda (lihat gambar). Oleh sebab itu, “rasa” suatu orgasme akan bergantung pada pasangan syaraf mana yang saat itu distimulasi. Untuk wanita, kualitas sensorik suatu orgasme tergantung dari organ mana yang terstimulasi, apakah klitoris, vagina atau serviks.

 

 

Gambar menunjukkan, tiap organ yang berhubungan dengan syaraf pudendal yang mana, sehingga bisa dilihat suatu orgasme terjadi pada bagian apa. Sekalipun menstimulasi tiap bagian bisa menghasilkan orgasme, tidak tertutup pula kemungkinan adanya kombinasi stimulasi pada beberapa bagian yang lain, sehingga menghasilkan tingkat orgasme yang lebih hebat.

 

Pada pria, syaraf pudendal membawa rangsangan dari syaraf pada jaringan kulit penis dan skrotum. Selain itu, syaraf hipogastrik membawa rangsangan dari testis dan kelenjar prostat. Sama seperti wanita, stimulasi pada masing-masing bagian ini akan menimbulkan “rasa” yang berbeda.

 

Apa yang disebut dengan Multiple Orgasm?

Bila suatu orgasme terjadi berulang dalam periode yang sangat dekat mulai dari interval beberapa detik hingga beberapa menit, kejadian ini disebut dengan multiple orgasm atau orgasme berulangan. Umumnya, bila berbicara tentang orgasme berulangan, maka pihak yang sering dikaitkan dalam hal ini adalah wanita, sekalipun orgasme berulangan (meski jarang) bisa terjadi juga pada pria. Ada teknik dan pelatihan tertentu agar pria juga bisa mengalami orgasme berulangan.

 

Apa itu anorgasmia?

Anorgasmia merupakan situasi kurangnya atau menurunnya kemampuan orgasme. Pada pria sering disebut disfungsi orgasme yang disebabkan karena faktor fisik maupun psikologis. Dengan kata lain, terdapat gangguan kemampuan orgasmik entah itu orgasme yang tertunda, ketidakmampuan untuk ejakulasi hingga penurunan fungsi ejakulasi. Sedangkan pada wanita, dikatakan sebagai kurangnya kemampuan orgasmik yang ditandai dengan menurunnya intensitas sensasi orgasme, atau lamanya waktu pencapaian orgasme sekalipun telah dilakukan berbagai cara stimulasi.

 

Apakah Kemampuan Orgasme Menurun di Usia Tertentu?

Boleh jadi. Tetapi, dengan melakukan olah raga teratur serta mengonsumsi makanan dengan gizi yang cukup sebenarnya keadaan ini bisa ditunda. Pada pria biasanya gangguan kemampuan orgasme terjadi karena disfungsi ereksi, apalagi bila pada pria tersebut ditemukan gejala penyakit diabetes mellitus, karena kadar gula yang tinggi pada darah akan mengganggu pasokan darah ke organ reproduksi.

 

Pada wanita, kecendrungan penurunan terjadi saat memasuki masa menopause, dimana tidak lagi mengalami menstruasi, dan beberapa hormon seperti tidak lagi bekerja seperti seharusnya. Keadaan ini membuat vagina menjadi kering. Dengan stimulasi tertentu, sebetulnya kelenjar Bartholin masih mampu bekerja dan memasok pelumas untuk vagina.

 

Berapa Lama Waktu Untuk Bisa Mencapai Orgasme?

Tidak ada ukuran angka yang pasti, karena tiap pasangan berbeda-beda. Pada pria bisa tercapai mulai dari satu menit hingga 10 menit sejak melakukan penetrasi.  Pada wanita, pencapaian orgasme jauh lebih lama dibandingkan pria. Di sinilah letak pentingnya memahami hak dan kewajiban tiap pasangan, sehingga masing-masing merasa kewajibannya terlaksana tetapi juga mendapatkan haknya secara adil.

 

Sekalipun demikian, banyak teknik yang bisa dilakukan agar bisa menunda terjadinya orgasme, terutama bila pasangan tersebut menikmati sensasi rasa ke pencapaian orgasme tersebut, namun bukan karena faktor disfungsi orgasme.

 

Yogyakarta, 21 Maret 2012

By Hazil Aulia

Maha Suci Allah SWT, Tuhan semesta alam yang telah menciptakan manusia sebagai makhluk dengan sempurna. Sudah sewajarnya bila Sang Maha selalu mengingatkan kita tentang bagaimana bersyukur, bagaimana harus membaca tanda-tanda alam, bagaimana memahami anugrah yang telah diberikan melampaui anugrahNya untuk makhluk lain.

 

Sebagai manusia, selain kita diberi akal untuk berpikir serta hati nurani yang menuntun kita pada jalan yang benar, kita juga dilengkapi dengan hawa nafsu. Satu yang membedakan kita dengan makhluk lain adalah kemampuan untuk mengendalikan hawa nafsu itu.

 

Manusia diciptakan bersuku-suku dan berbangsa-bangsa. Tujuannya tidak lain adalah agar saling mengenal satu dengan yang lainnya. Pada konteks saling mengenal ini, sangat banyak terjadi hubungan yang terbangun antara seorang lelaki dengan seorang wanita, dan tidak sedikit hubungan yang terjadi itu berlanjut ke tahap berikutnya, yakni keinginan untuk membina rumah tangga yang dinaungi dalam ikatan resmi sebagai suami istri.

 

Dalam kehidupan berumah tangga, umumnya pula, pasangan suami istri menghendaki kehadiran anak keturunan sebagai pelanjut generasi mereka. Di sinilah kita juga patut bersyukur, bahwa Allah SWT menciptakan rasa dan nafsu yang melekat pada manusia secara instinktif, yang karena rasa dan nafsu tersebut, memunculkan keinginan untuk menyalurkannya dalam bentuk hubungan seksual.

 

Apakah hubungan seksual itu diharamkan? Tidak. Hubungan seksual sama sekali tidak diharamkan. Yang menjadikan haram adalah kriteria yang melekat pada subjek yang melakukan hubungan tersebut. Dalam konteks negara, maka hubungan tersebut baru bisa dilakukan bila pasangan tersebut terdaftar di Kantor Urusan Agama bagi yang Islam, atau di Kantor Catatan Sipil bagi masyarakat lain yang memilih untuk itu. Namun dalam konteks norma dan agama, kriteria bisa bertambah, misalnya hubungan dengan ibu, ayah, saudara sekandung dan sebagainya.

 

Mengapa hubungan seksual tersebut seolah dikerangkengi? Jawabannya adalah karena kita sebagai manusia yang sempurna, diberi akal dan pikiran serta hati nurani, dan sangat-sangat berbeda dengan makhluk Tuhan lainnya seperti binatang misalnya. Binatang, juga diberi nafsu seksual instinktif dan bisa menyalurkannya setiap saat dengan pasangannya atau pasangan yang dikehendakinya. Secara “keilahian”, Tuhan sudah memberikan sinyal bahwa kita sebagai manusia itu diberi kedudukan yang jauh lebih terhormat dibandingkan dengan makhluk lainnya. Oleh karena itu manusia diharapkan (pilihan) bisa menangkap dan memaknai sinyal tersebut dan memilih jalan yang seharusnya.

 

Hubungan seksual selain berfungsi sebagai suatu proses awal pembentukan makhluk lain untuk keturunan, sejatinya adalah juga untuk membersamai (!) pencapaian rasa kepuasan bagi kedua belah pihak, baik suami maupun istri. Inilah yang sering tidak disadari oleh pasangan suami istri, karena walaupun tidak tertulis, namun dalam hubungan seksual tersebut timbul hak dan kewajiban bagi masing-masing, yaitu hak untuk dipuasi serta kewajiban untuk memuasi pasangannya. Sayangnya, dalam berbagai kesempatan, seringkali justru istri yang tidak terpenuhi haknya oleh suami.

 

Rasa kepuasan tersebut terkait dengan istilah orgasme (dalam beberapa literatur sering juga disebut dengan The Big “O”). Lalu, apa sebetulnya pengertian orgasme tersebut? Secara etimologi, orgasme berasal dari kata Bahasa Yunani “orgasmos” yang dalam kamus Oxford English Dictionary diartikan sebagai “to swell as with moisture, be excited or eager”. Bila merujuk ke Kinsey Reports, orgasme didefiniskan sebagai “The expulsive discharge of neuromuscular tensions at the peak of sexual response.” Deskripsi yang lebih teknis ditulis oleh Masters and Johnson, konsultan dan seksolog, bahwa orgasme adalah “A brief episode of physical release from the vasocongestion and myotonic increment developed in response to sexual stimuli.”

 

John Money, dan kawan-kawan, mendefinisikan orgasme sebagai: “The zenith of sexuoerotic experience that men and women characterize subjectively as voluptuous rapture or ecstasy. It occurs simultaneously in the brain/mind and the pelvic genitalia. Irrespective of its locus of onset, the occurrence of orgasm is contingent upon reciprocal intercommunication between neural networks in the brain, above, and the pelvic genitalia, below, and it does not survive their disconnection by the severance of the spinal cord. However, it is able to survive even extensive trauma at either end.

 

Bila disimpulkan, maka orgasme itu adalah suatu bentuk dari sensasi tubuh yang menyenangkan dan kepuasan menuju ke intensitas puncak yang pada akhirnya bisa melepaskan ketegangan serta menciptakan perasaan puas dan relaksasi.

 

Lalu, apa alasan menuliskan masalah The Big “O” dan membagikannya pada pembaca?

 

  1. The big "O" merupakan satu dari beberapa faktor pendukung dalam hubungan pasutri baik fisik maupun psikis.
  2. 80% wanita tidak mengetahui apapun tentang hal ini, dan hanya 10%-25% saja yang mengalaminya. Dengan kata lain, dari 10 orang wanita, 8 orang tidak tahu sama sekali, dari 10 orang wanita, hanya 2-3 orang saja yang mengalaminya.
  3. Tidak semua laki-laki pula paham dan mau berperanserta menyukseskan hak dan kewajiban dua belah pihak.

 

Menurut majalah “Men’s Health”, berdasarkan survei, ditemukan kondisi bahwa:

  1. 94.7% pria tidak bisa memuaskan wanita di ranjang
  2. 91.7% wanita memanipulasi orgasme.
  3. 74.6% wanita hanya berpura-pura karena sebenarnya mereka tidak puas secara seksual.

 

Begitu pentingnya masalah ini, menjadi titik awal mengapa saya merasa perlu untuk menuliskan dalam tulisan berseri.

 

Dunia telah berubah, banyak hal yang dahulu dianggap tabu untuk dibicarakan, namun sekarang demi kemashlahatan dan kesamaan hak dan kewajiban malah perlu dibicarakan dan didiskusikan. Termasuk di sini yang berkaitan dengan The Big “O”. The Big “O” merupakan bagian dari kehidupan suatu rumah tangga, bagian dari kehidupan pasangan suami istri. Nah, kalau ia merupakan kehidupan maka adalah tugas masing-masing kita untuk menghidupinya bukan?

 

Tidak ada keinginan untuk menuliskan masalah ini dalam rangka pornografi ditinjau dalam bentuk apapun juga. Tulisan ini hanya sebagai upaya untuk lebih menyadarkan kaum wanita bahwa mereka memiliki hak (dan tentu juga kewajiban) untuk mendapatkan The Big “O” dalam kehidupan mereka, begitu juga sebaliknya, kaum pria juga perlu menyadari bahwa pasangannya berhak untuk mendapatkan The Big “O” tersebut sebagaimana ia juga berhak mendapatkannya. Ya, pria dan wanita dalam konteks rumah tangga perlu menghidupi kehidupan itu.

 

Direncanakan tulisan berseri ini dalam urutan sebagai berikut (bisa bertambah pun bisa berkurang sesuai kebutuhan):

[The Big “O”: Bukan XXX] #2 Berbicara Seputar The Big “O”

[The Big “O”: Bukan XXX] #3 The Big “O” Pada Pria dan Wanita

[The Big “O”: Bukan XXX] #4 Mengenali Anatomi Tubuh Secara Detil

[The Big “O”: Bukan XXX] #5 Mengenali Titik-titik Khusus Pada Pasangan

[The Big “O”: Bukan XXX] #6 Pemanasan, Cumbu Rayu atau Foreplay

[The Big “O”: Bukan XXX] #7 The Big “O”, Seberapa Besar O-nya?

[The Big “O”: Bukan XXX] #8 Faktor Pendukung Terciptanya The Big “O”

[The Big “O”: Bukan XXX] #9 Ekspresif Membuat Eksplosif

[The Big “O”: Bukan XXX] #10 Pentingnya Variasi

[The Big “O”: Bukan XXX] #11 The Big “O”, Antara Hak dan Kewajiban

[The Big “O”: Bukan XXX] #12 Kamu Ndak Punya Pulsa?

[The Big “O”: Bukan XXX] #13 Ejakulasi Pada Wanita, Mitos atau Realitas?

[The Big “O”: Bukan XXX] #14 Membugarseksualkan Diri

 

Tak tertutup pula saran atau masukan dari teman-teman, demi tercapainya “menghidupi kehidupan” dalam rumah tangga kita masing-masing.

 

Hesti Setiarini
Selamat pagi, pakabar man teman? Semoga semua sehat2 ya. Rasanya sudah berabad2 gak nengokin rumah indah ini. Harusnya ditulis kemarin waktu mapel kesehatan. Tapi karena sejak Rabu lalu vertigoku yang sudah 3 tahun absen, kembali datang berkunjung. Alhamdulillah hari ini sudah sedikit mereda karena bantuan obat dokter.
Nah mumpung kuping lagi gak sakit, gak mual dan kepala lagi nggak muter kayak n...aik kursi ontang anting di Dunia Fantasi, aku sempetin nulis untuk tanya-tanya ke pak dokter Hafid Algristian atau juga pakar hypnotherapy seperti mas Nur Muhammadian dan teman2 lain. Adakah solusi untuk mengatasi vertigo (akibat gangguan keseimbangan pada telinga bagian dalam). (lebih…)

Oleh: Navwierqz Part X

Setiap profesi yang kita lakukan pasti ada yang namanya hambatan . entah itu hambatan yang mudah di lalui hingga hambatan yang bisa bikin stress , mual mual , kejang kejang ,diare dan bahkan bisa bunuh diri . . . astagfirullahaladzim .

Begitu juga dengan profesi dunia kecil kita , menulis . banyak penulis , khususnya yang masih amatir seperti saya ini mengalami hambatan hambatan tersebut . mungkin karena kurangnya pengalaman dalam mengatasinya . hambatan sering kali muncul disaat kita benar benar telah menemukan ide . entah itu tidak ada pena , kertas, hp . pas lagi asyik asyiknya bekerja , di saat sedang berbincang dengan orang , dan bahkan yang lain lagi . memang sesuatu yang bernama ide ini pantas di beri gelar JELANGKUNG . datang tak di undang dan pergi seenaknya .

Trus, bagaimana dunk ?? oke , saya akan mencoba memberi saran bagaimana mengatasi hambatan yang seperti itu .

Jika kita berada pada posisi yang tidak tepat , misalnya seperti yang saya sebutkan di atas dan tiba tiba si ide itu dating . otomatis kan kita tidak dapat menuangkan ke dalam coretan yang indah bukan ?? terus bagaimana agar si ide ini tidak kabur . .?

Langkah pertama yang harus di lakukan adalah ucapkan salam “ Assalamualaikum , ide . . “ hehe . . mungkin dengan ini si ide akan merasa sungkan untuk pergi seenaknya.

Nah kemudian , buatlah kesepakatan dengan ide tersebut . misalnya : Ide tersebut harus direalisasikan dalam bentuk coretan dalam jangka waktu 7 jam (tergantung sikon ). Nah apabila tidak dapat melaksanakan kesepakatan tersebut maka harus di hukum . contohnya push up 100 kali . hehe . .mampus gak tuh . .

Namun bila sukses melakukan kesepakatan tersebut . maka harus di beri hadiah , misal bakso 3 mangkok . kan enak tuh . . hihi . mendingan bakso 3 mangkok kan daripada push up 100 kali . hayyoow . .

Jadi intinya , hukumlah diri kita saat diri kita gagal dan berilah apresiasi yang special disaat kita berhasil merealisasikan sebuah tulisan . mungkin dengan begitu kita akan lebih semangat kedepanya .

Ayo kita buat dunia kecil kita lebih berwarna. . . . .

Dapatkan pemberitahuan artikel & berita-berita terbaru dari PNBB melalui email anda.
© 2020 PNBB - Allright Reserved - Site Credit
linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram