Forum PNBB

Forum Diskusi Komunitas PNBB
Catatan Seorang Pejalan

Catatan Seorang Pejalan

Judul: Catatan Seorang Pejalan
Penulis: Ratu Marfuah
Penerbit Digital: Pustaka Hanan
Tebal: 119 Halaman
Size: 2,23 MB (PDF)
E-Book ini adalah kerjasama Perpustakaan Online dengan komunitas menulis PNBB (Proyek Nulis Buku Bareng)

Menikmati karya “Sepenggal Catatan Seorang Pejalan”, kita seperti menjadi saksi sebuah rejuvenasi suatu karakter penulisan. Bagaimana tidak, kisah-kisah yang ada di dalamnya tentunya adalah hasil kontemplasi pemikiran dan pendalaman makna dari tokoh-tokoh yang ditampilkan. Ini adalah hal yang tidak mudah dan sederhana. Sebuah kisah perjalanan yang membawa sosok pribadi Ratu Marfuah larut dalam hikmah yang bisa diambil oleh siapa pun yang membacanya.

Kalau kita mengikuti karya dari Ratu Marfuah sebelumnya, kekhasan gaya bahasa dan alur penulisannya pun semakin menarik dan berkembang begitu memesona. Kekuatan isi cerita dalam tuturan catatan harian yang berhasil membawa saya seakan mengenal penulis sebagai seorang Jawa yang njawani. Ini bisa kita baca dalam kisah ”Bintang dan Masa Lalu”, “Siap Menjadi Pengantin”, “Dari Sebuah Wayang” yang sarat akan petuah kehidupan dalam filosofi Jawa yang dalam. Di sinilah letak luar biasanya karya ini. Rangkaian antara hikmah, spiritual, dan dakwah yang dikemas apik sembari ikut menemani kisah seorang pejalan yang tengah memunguti ceceran mozaik ilmu kehidupan. (Haris A. Djauhari)

Ebook Catatan Seorang Pejalan ini merupakan karya kelima dari buku elektronik yang sudah dipublikasikan oleh penulis. Seperti yang dikatakan Haris A. Djauhari dalam pengantarnya, ebook ini akan menyuguhkan sesuatu yang dinamis bagi pembaca. Mengutip kata-kata penulis di lembar pengantarnya, semoga siapa saja bisa mengambil hikmah dari catatan seorang pejalan ini.

“Kisah-kisah dalam ebook ini adalah kisah-kisah yang teralami setelah saya tersadar, mau menerima, dan berusaha memahami. Hasil yang terdapat setelah saya menerapkan jejak perjalanan dengan menggunakan mantra bahagia dan dibersamai sekotak cokelat. Kisah yang ternyata beranalogi dengan makrokosmos. Saya menuliskannya karena menyadari daya ingat tak selalu baik. Maka ketika nanti daya ingat sudah tak lagi diberikan daya, saya bisa kembali menapaktilasi perjalanan yang pernah tertempuh. Tulisan ini pun menjadi bukti, bahwa saya pernah ada dan menjadi salah seorang pejalan di dunia.”

Sekotak Cokelat

Sekotak Cokelat

Judul: Sekotak Cokelat
Penulis: Ratu Marfuah
Penyunting: Tim Pustaka Hanan
Penerbit Digital: Pustaka Hanan
Tebal: 81 Halaman
Size: 2,5 MB (PDF)
E-Book ini adalah kerjasama Perpustakaan Online dengan komunitas menulis PNBB (Proyek Nulis Buku Bareng)

Apa yang selama ini kita sebut sebagai suatu kesadaran, seringkali justru digerakkan oleh kekuatan alam bawah sadar kita. Itulah realitas yang sebenarnya. Namun, tidak banyak di antara kita yang menyadarinya. Hingga sebagian besar di antara kita terus larut bersama ketidaksadaran tersebut.

Kumpulan cerita yang ada di buku ini sungguh tidaklah biasa. Mungkin sudah banyak Anda membaca karya sastra, novel, cerpen atau puisi, tapi saya akan pastikan bahwa Anda belum pernah menelisik bentuk seperti yang terdapat di buku ini. Rimbunnya tak biasa dan belukarnya sukar diurai, maka kening yang berkerut sepanjang pembacaan buku ini niscaya akan terjadi.

Tapi, kalau Anda pernah menonton film ‘Sun Go Kong’ di televisi, pengembaraan Sun Go Kong -bersama guru dan saudara-saudara seperguruannya- mecari kitab suci tak pernah usai. Membaca buku ini mungkin Anda akan teringat kembali dengan berbagai falsafah kehidupan yang sering terlontar dari lisan Biksu Tong, guru Sun Go Kong di film tersebut. Namun demikian, cerita-cerita di buku ini tetap tidak bisa dikatakan ‘sealiran’ dengan film Sun Go Kong.

Maka, dengan keterbatasan pengetahuan saya perihal sastra dan literasi, setelah menuntaskan membaca buku ini, perkenankan saya untuk menyebut apa yang Ratu Marfuah rangkai ini sebagai sebuah genre baru dalam kesusastraan Indonesia dan atau mungkin juga Dunia!

Seringkali kita mendengar adanya seseorang atau penulis tertentu yang disebut memiliki imajinasi liar. Tapi, kali ini saya akan bersaksi bahwa Ratu Marfuah tidak hanya sekedar liar. Namun, perempuan yang lahir, membesar dan tinggal di tanah Banten ini adalah penulis gila! Bahkan seorang Sujiwo Tejo pun menurut saya, tidak lebih gila dari Ratu Marfuah. Sekali lagi, walau saya telah berhari-hari membaca semua naskah yang penulis berikan ke saya, saya tetap tidak bisa memastikan maksud sesungguhnya yang diinginkan penulis. Entahlah, dengan pengetahuan yang lebih luas dan pemahaman yang lebih dalam, mungkin Anda akan memperoleh kesimpulan yang lebih utuh dari saya.

Namun secara garis besar, secara umum, sebenarnya Ratu Marfuah sedang mengajak kita untuk memahami, menerima dan menjalani takdir sebagaimana harusnya. Untuk pesan itu, penulis tidak mengutip ayat-ayat suci atau pun teks-teks bijak dari para cerdik pandai, karena narasi dan diksi yang disuguhkannya seakan merupakan jelmaan dari berbagai kutipan ayat dan ungkapan suci.

Maka, baca buku ini, cerna, pahami dan simpulkan. Anda akan memperoleh kesadaran baru tentang realitas kehidupan. Pun Anda akan mendapatkan apa yang saya sebut sebagai sastra logika kimia. Saya berharap penulis buku ini meniatkan semua yang ditulisnya sebagai karya ibadah, tulus karena Sang Pemilik semua yang nampak atau pun yang tak nampak di Jagad ini, Allah ‘Azza wa Jalla!

Di Udara Antara Kuala Lumpur – Surabaya, 23 Juli 2013

Abrar Rifai – Penulis Novel Laila

Jejak Perjalanan

Jejak Perjalanan

Judul: Jejak Perjalanan
Penulis: Ratu Marfuah
Penyunting: Tim Pustaka Hanan
Penerbit Digital: Pustaka Hanan
Tebal: 57 Halaman
Size: 1,37 MB (PDF)
E-Book ini adalah kerjasama Perpustakaan Online dengan komunitas menulis PNBB (Proyek Nulis Buku Bareng)

Kehidupan terus-menerus berjalan tanpa henti, hingga sampai suatu hari nanti, saat tak lagi bisa berjalan, saat dihentikan. Perjalanan hidup ini ditapaki selangkah demi selangkah. Setiap pijakan langkah, tentunya menghasilkan jejak-jejak yang akan bisa diketahui jika kedua mata mau ditundukkan, atau justru dipejamkan.

Perjalanan kita memang tak sama, dan tak akan pernah sama. Karena ketakserupaan itulah, perjalanan terasa sangat berharga dan bernilai. Ada pelajaran, hikmah, ataupun nasihat yang bisa dipetik dari setiap perjalanannya. Menuliskan ‘kandungan’ sebuah perjalanan adalah hal yang berguna baik bagi diri sendiri ataupun bagi orang lain. Dengan membaca perjalanan orang lain, mungkin saja ada bagian yang bisa diterapkan di perjalanan kita. Walaupun perjalanan kita tak sama, namun tujuan akhir perjalanan kita adalah sama, dan bisa saja kita justru melewati halte-halte yang sama. Kemungkinan itu selalu ada.

“Janganlah berpikir tentang ketidakmampuan, walaupun sebenarnya kamu tak mampu. Tapi berpikirlah tentang kemampuan, pasti kamu akan bisa berjalan mampu di atas ketidakmampuan” (halaman 9)

Berangkat dari semua itu, penulis Ratu Marfuah kembali menjejakkan jejak-jejak perjalanan dalam larik-larik kalimat sederhana di e-book ketiganya ini. Jejak-jejak perjalanan yang akan senantiasa teringat, sebab itulah halte-halte yang telah ia lalui. Halte-halte yang menandakan perjalanan yang telah ia tempuh, dan halte-halte yang akan menjadi penghubung dengan halte-halte yang akan ia jalani selanjutnya. Hingga nanti, hingga halte terakhir. Dan selanjutnya, ia akan melanjutkan perjalanan di dimensi yang berbeda. Begitulah penuturannya.

E-Book “Jejak Perjalanan” ini berisi 12 esai penuh hikmah berdasarkan apa yang dialami penulis. Pembaca akan menemukan hal-hal luar biasa dan inspiratif dari tulisannya. Analisanya yang mendalam terhadap sesuatu membuat e-book ini terasa detail dan membekas, terlebih penulis menyajikan berbagai kutipan penting yang bisa dengan mudah diingat oleh pembaca.

Mantra Bahagia

Mantra Bahagia

Judul: Mantra Bahagia
Penulis: Ratu Marfuah
Penyunting: Tim Pustaka Hanan
Penerbit Digital: Pustaka Hanan
Tebal: 70 Halaman
Size: 1,6 MB (PDF)
E-Book ini adalah kerjasama Perpustakaan Online dengan komunitas menulis PNBB (Proyek Nulis Buku Bareng)

Bahagia adalah perasaan senang dan tenteram, bebas dari segala hal yang menyusahkan. Semua orang berlomba ingin mendapatkan kebahagiaan, bahkan tak jarang menghalalkan segala macam cara untuk mencapai tujuannya. Sebenarnya, kebahagiaan itu telah ada di dalam hati, hanya kitalah yang tidak dapat menemukannya karena hati masih terselimuti ego dan ambisi.

Setelah mengalami runtutan ‘dinamika hidup’, Ratu-begitu penulis sering disapa-hampir ‘tersungkur’ dan menjadi tak percaya pada siapapun. Tapi, ternyata itulah titik balik hidupnya. Spiritualnya yang terjatuh perlahan bangkit dan diperbaiki di bulan Ramadhan. Lalu, Allah pun mengirimkan perpanjangan tangan-Nya. Penggila hijau, pecandu coklat dan penikmat senja ini kemudian banyak mendapatkan bimbingan, hingga akhirnya ia bisa sadar dari sebuah ketidaksadaran panjang. Menurut penuturannya, ia diarahkan untuk diam, untuk mengumpulkan dan membaca data, serta untuk menemukan jawaban-jawaban sendiri dari setiap permasalahan yang ia hadapi.

“Bertambah bahagia setiap waktu”, itulah mantra bahagia yang ia temukan. Mantra itu mulai hadir dan terus ia rapalkan. Tulisan-tulisan dalam ebook ini adalah rangkuman dari pengalaman dan pemahaman yang penulis rasakan dan temukan dalam hidupnya. E-book “Mantra Bahagia” ini berisi 55 kontemplasi ringan dan singkat namun memiliki makna yang mendalam.

Penulis berharap dengan adanya e-book ini, pembaca juga bisa menemukan formula bahagianya sendiri, hingga menjadi sugesti dalam diri bahwa tak ada hal yang patut dijadikan alasan untuk tak bahagia, sebab begitu banyak alasan yang menjadi sebab kita bahagia.

Berbahagialah dengan penerimaan, dengan apa yang kita miliki saat ini. Tak perlu galau, kacau, atau sedih yang tak berkesudahan, sebab kebahagiaan itu ada di hati kita jika kita mau mengupayakannya.

Analogi

Analogi

Judul: Analogi
Penulis: Ratu Marfuah
Penyunting: Tim Pustaka Hanan
Penerbit Digital: Pustaka Hanan
Tebal: 48 Halaman
Size: 1,3 MB (PDF)
E-Book ini adalah kerjasama Perpustakaan Online dengan komunitas menulis PNBB (Proyek Nulis Buku Bareng)

Teruntuk Hidrogen di sebuah koordinat bumi….
Seperti Oksigen yang membutuhkan Hidrogen untuk membentuk senyawa air, pun seperti itulah aku membutuhkanmu. Karena aku kekurangan dan kamu kelebihan. Karena aku kelebihan dan kamu kekurangan. Kita berdua saling membutuhkan karena ‘cacat’ yang kita punyai. Bukankah tak ada unsur yang tidak saling berikatan, kecuali gas mulia?

***

Itulah cuplikan dari satu kisah berjudul “Surat untuk Hidrogen” yang ada di e-book “Analogi” ini. Analogi adalah sebuah perumpamaan, biasa digunakan untuk membandingkan antara satu hal dengan hal lainnya yang memiliki persamaan. Di dalam dunia kepenulisan, analogi itu sungguh menyenangkan, memacu adrenalin dan mengaktifkan pikiran. Dengan analogi, kita bisa ‘menyamarkan’ cerita yang kita tuliskan. Dengan analogi, kita akhirnya keluar dari kebiasaan menuliskan sesuatu yang ada di pikiran dan berganti menjadi memikirkan apa yang akan ditulis. Berkontemplasi itu ternyata sangat menyenangkan, mengaktifkan otak dan tentu saja menghidupkan hati, setidaknya itulah yang penulis e-book ini rasakan.

Awalnya penulis e-book ini, Ratu Marfuah, hanya akan menuliskan khusus analogi tentang kimia saja, karena masih banyak orang yang tak menyukai pelajaran kimia, termasuk dirinya pada awalnya. Tapi kemudian lewat analogi ini, ia pun berubah dan akhirnya justru memilih teknik kimia sebagai latar belakang pendidikannya.

E-book “Analogi” ini berisi beberapa kisah analogi tentang kimia, biologi dan kisah-kisah lain yang penulis analogikan. Di dalamnya juga terdapat mini analogi. Semuanya ditulis bebas dan mengalir. Lewat kisah-kisah analogi ini, penulis berharap para pembaca dapat mengambil hikmah yang tersirat, serta memaknai sesuatu dari sisi yang berbeda.

Dapatkan pemberitahuan artikel & berita-berita terbaru dari PNBB melalui email anda.
© 2020 PNBB - Allright Reserved - Site Credit
linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram