Forum PNBB

Forum Diskusi Komunitas PNBB

 

bad mood

bad mood

Menarik sekali postingan dari sahabat kita Ustadz Erryk Kusbandhono pagi ini yang berjudul  “Bagaimana Cara Melupakannya”  - bisa dilihat di sini http://on.fb.me/MtVH6o  - tentang bagaimana cara melupakan masa lalu yang negatif.

Memang  masa lalu yang negatif bisa menjadi penghambat bagi kemajuan atau bahkan perkembangan pribadi seseorang. Masa lalu negatif bisa juga berupa trauma dengan berbagai macam levelnya, bahkan bisa menjadi phobia.  Tentu bagi sebagian orang hal ini sangat mengganggu bahkan membuat hidupnya tidak bahagia, ibarat hand brake pada mobil, emosi negatif ini sangat mencekeram kuat padahal di saat yang sama dia ingin segera melaju. Namun ada juga orang yang tidak ingin berubah dan justru “menikmati penderitaannya” – menikmati ketidak berdaayaannya dan segala pengahambat itu, karena dalam kondisi seperti itu dia merasa nyaman, merasa diperhatikan.

Nah bagi Anda yang ingin menghilangkan emosi negatif dari pengalaman masa lalu Anda bisa menggunakan teknik tapping (totokan) yang ada pada SEFT (Spiritual Emotional Freedom Technique).  Teknik  menghilangkan emosi negatif ini dalam pelatihan (buku) SEFT  disebut Personal Peace Procedure (P3). P3 ini dilakukan dengan terlebih mengindentifikasi  50 Emosi negatif yang PALING MENGANGGU anda. Emosi negatif itu bisa berupa kekhawatiran atas masa depan, ketakukan , kecemasan, kesedihan, kemarahan, galau dan seterusnya. Bisa jadi 50 emosi tersebut berasal dari pengalaman masa lalu anda yang mungkin sudah berpuluh tahun, saat anda masih kecil atau bisa juga baru saja terjadi.  Contoh dari emosi negatif yang mengganggu adalah: rasa sedih atas kematian orang yang disayangi, rasa marah terhadap orang lain dan seterusnya.

Berikutnya adalah melakukan tahapan SEFT – bagi yang belum mengetahui anda bisa melihat postingan saya yang  lalu : “Tahapan SEFTing “ di http://bit.ly/N2uNZt - Beberapa saran sebelum Anda melakukan terapi SEFT ini ada baiknya anda : (1) menyiapkan tempat yang tenang dan nyaman (2) minum air putih secukupnya  - (3) Jika anda merasa masalahnya cukup berat maka anda bisa minta tolong orang lain untuk melakukan tapping.

Secara lebih rinci tahapannya sebagai berikut:

Set-Up:  Mengucapkan kalimat “niat” – usahakan emosi yang akan anda terapi adalah spesifik, marah, sedih, kecewa dan seterusnya.  Sedangkan kalimatnya setupnya bisa seperti ini:

Ya, Allah meskipun saya masih marah dengan si fulan, saya ikhlas  dan pasrah menerima perasaan ini dan saya serahkan ketenangan hatiku padaMu,

Tune-in :  setelah anda mengucapkan kalimat setup sesuai dengan emosi negatif yang akan anda hilangkan maka – selanjutnya Anda mencoba menghadirkan kembali perasaan marah tersebut. Hadirkan kejadian yang membuat marah tersebut, semakin jelas dalam benak anda semakin baik, buatlah rasa kemarahan itu dalam level 10 – 1 -  semakin tinggi anda merasakan level kemarahan anda semakin baik. Nah pada kondisi ini, jika memang anda yang tidak mampu melakukan sendiri  maka anda bisa minta bantuan orang lain melakukan tapping.

 

Tapping:  Jika anda sudah bisa tune-in silahkan lakukan tapping lengkap, mulai titik yang teratas (crown) sampai yang terakhir (karate chop) – setelah satu putaran lengkap anda bisa melakukan versi singkat atau pada bagian-bagian tertentu yang memang anda rasakan perlu ditapping.  Jangan lupa sambil tapping anda  mencoba untuk : ikhlas dan pasrah (diucapkan lebih baik).

Catatan:

 

Mudah-mudahan bermanfaat

 

PS: Bagi yang ingin tahu bagaimana Tapping dalam bentuk Video silahkan klik tautan berikut

http://www.youtube.com/results?search_query=how+to+tap+eft

 

 

Oleh Nur Muhammadian di PNBB - Proyek Nulis Buku Bareng

durian

durian

sangat menggemari durian. Saat masih muda, saat tidak perlu membatasi makan durian, saya bisa menghabiskan minimal lima buah (bukan butir) sekali makan. Dan ALHAMDULILLAH saya tidak pernah mabuk durian. Karena itu saya sangat heran bila ada orang yang tidak suka bahkan phobia durian.

 

Di depan saya duduk seorang pemuda, seorang bapak muda, yang ingin disembuhkan dari phobia durian. Jangankan makan, melihat durian dari kejauhan saja dia sudah mual dan pusing. Padahal istri dan anaknya suka makan durian. Setiap kali istrinya membeli durian dan dibawa pulang ke rumah, harus segera dimakan sampai habis, sementara dia tidak akan pulang dan masuk rumah sampai duriannya habis dan kulitnya dibuang jauh-jauh. Dia ingin sembuh agar bisa mendampingi, merasakan kebahagiaan istri dan anaknya saat makan durian, meskipun tidak ikut makan.

 

Untuk proses therapy saya membutuhkan durian, selain untuk proses penyembuhannya juga saya saat itu ingin makan durian, dan teman-temannya client bersedia mencarikan. Baru saja durian sampai di pintu ruangan, si client sudah muntah-muntah. Saya member aba-aba kepada pembawa durian untuk berhenti di tempatnya, tidak bergerak mendekat. Kemudian saya tuntun client melakukan set up “Ya ALLOH meskipun saya merasa mual, pusing dan muntah bila melihat dan mencium bau durian, saya ikhlas. Saya serahkan, saya pasrahkan segala urusan hilangnya mual, pusing dan muntah bila melihat dan mencium bau durian kepadaMU”. Kemudian saya minta dia memandang durian di kejauhan agar bisa tune in. Saat dia menahan mualnya saya tapping dua putaran. Mualnya berkurang. Saya minta durian dibawa sedikit mendekat, sang client muntah lagi, saya tapping lagi satu putaran singkat. Begitu seterusnya sampai durian ada di hadapannya. Setiap kali muntah saya minta client minum air putih untuk meredakan mualnya.

 

Saya minta durian dibelah, client langsung muntah. Saya tapping dua putaran singkat. Client masih mual. Saya tapping lagi, sampai empat putaran singkat, sudah sangat berkurang mualnya.

Saya dia mendekatkan durian yang sudah terbelah itu ke hidungnya, dia langsung muntah lagi. Setiap dua putaran singkat saya minta dia mendekatkan durian ke hidungnya dan menciumnya. Sampai empat kali dua putaran dia masih merasa mual dan mau muntah.

Saya kasihan melihatnya sudah mulai lemas.

“Bagaimana mas dilanjutkan?”

”Lanjutkan saja pak, saya ingin sembuh”

Saya tambah dua putaran tapping lagi dan saya minta dia mencium durian.

“Lho pak…Kok baunya berubah…!”

“Berubah bagaimana…?”

“Baunya berubah jadi bau sirsak pak…!”

“Gak mual lagi?”

“Enggak pak…Wong baunya kayak sirsak gini…”

Kami seisi ruangan tertawa riuh mendengarnya.

Saya minta dia mencicipi sedikit durian itu, dia langsung muntah.

“Mas…Set upnya tadi hanya menyembuhkan mual bila melihat dan mencium durian. Apa kita teruskan sekarang untuk menghilangkan mual bila memakan durian?”

“Nggak dulu pak…Yang penting saya sekarang bisa menemani anak istri saya, meskipun tidak ikut makan”

**********

Gambar diambil dari sini

Oleh Nur Muhammadian di PNBB - Proyek Nulis Buku Bareng

 

Sudah dua putaran tapping, gadis cantik yang ingin berhenti merokok itu masih bisa menikmati rokoknya. Teman wanita yang melakukan tapping sudah berkeringat. Apa yang harus saya lakukan?

 

Apakah saya yang harus mentapping?

Sesaat saya terhenti…berpikir…merenung…Teringat sebuah artikel fatwa ustadz tentang hukum seorang dokter menyentuh pasiennya yang berbeda jenis dan bukan muhrim. Tapi saya khan bukan dokter? Dan dia, yang duduk menunggu, seorang gadis cantik yang tampak sehat, segar bugar, tidak sedang dalam kondisi kritis.

 

Tiba-tiba saya teringat, tiba-tiba saya tersadar, bahwa saya seorang SEFTer, meskipun baru belajar. Inilah waktu paling tepat bagi saya untuk menerapkan, meningkatkan ikhlas-khusuk-pasrah. Saya berdoa dalam hati

 

Ya ALLOH saya akan menyentuh saudari saya yang sedang membutuhkan, padahal dia bukan muhrim saya, sehingga bisa menodai kesucian saya. Saya ikhlas. Saya pasrahkan segala urusan tentang kesucian saya jasmani dan rohani kepadaMU ya ALLOH”.

 

Saya tarik napas dan menghembuskannya tiga kali.

 

Saya minta si cantik untuk kembali tune in, menghisap rokoknya dan mempertahankan kenikmatannya, dan saya mulai tapping titik-titik di wajahnya, hanya di wajahnya. Wajah si cantik berubah menjadi kabur, tak lagi terlihat cantik dalam pandangan saya. Yang terlihat hanyalah titik-titik yang harus saya tapping.

 

Setelah dua putaran tapping hanya pada wajah, saya minta dia coba merokok.

 

“Gak enak pak….”

 

Saya tanya apakah dia masih ingin merokok

 

“Masih pak…sedikit”.

 

Saya tapping lagi wajahnya dua putaran.

 

“Semakin gak enak pak…”.

 

Saya tuntaskan dua putaran tapping di wajah, saya tanyakan apakah masih punya keinginan merokok, si cantik yang dalam pandangan saya wajahnya kabur menggelengkan kepalanya

 

“Sudah nggak ada pak…”.

 

ALHAMDULILLAH

 

(Sehari kemudian saya membeli kaos tangan. Dan sampai saat ini sudah saya gunakan untuk men-SEFT seorang ibu)

 

Di ruangan yang sama, client selanjutnya adalah seorang pemuda yang phobia durian.

 

“Sampeyan phobia atau gak suka makan durian mas?”

 

“Saya pikir phobia pak.Wong ngelihat saja saya sudah mual-mual”.

 

”Kalau gitu harus ada durian sekarang, ada durian gak?” Saya bertanya kepada teman-temannya.

 

“Sebentar pak…”.

 

Sambil menunggu durian saya bertanya kepada client apakah anak dan istrinya suka makan durian.

 

“Itulah pak kenapa saya ingin sembuh…Saya ingin bisa mendampingi anak dan istri saya makan durian. Paling nggak saya tidak perlu kabur saat mereka menikmati durian di rumah. Atau saya bisa mengantar dan menemani mereka makan durian di tempat penjualnya, meskipun saya tidak ikut makan”.

 

Beberapa saat kemudian durian datang. Baru saja durian masuk ke dalam ruangan sang client sudah menahan muntah. Saya minta diambilkan tempat sampah yang dilapisi tas plastik dalamnya. Benar saja, begitu mendapatkan tempat sampah sang client langsung muntah ke dalamnya.

 

Waduh….parah nih….

 

Durian

Durian

 

Gambar diambil dari sini

Karena banyak yang bertanya dan penasaran bagaimana cara men-SEFT (Spiritual Emotional Freedom Technique) atau yang lebih populer disebut SEFTing, maka kali ini saya akan berikan paparannya secara garis besar. Untuk teman-teman alumni SEFT mohon koreksinya jika ada yang salah.

Secara umum tahapan SEFTing ada 3:

SET UP – TUNE IN – SEFTing

Sebelum melakukan Sefting ada baiknya diperhatikan pesan dari pendiri SEFT, Ahmad Faiz Zainuddin, yang ringkasnya: bahwa semua kesembuhan itu karena izin dan kasih sayang Allah SWT semata, bukan karena metodenya (SEFT), ataupun SEFTer-nya (yang menterapi).  Oleh karena itu, jika hendak menterapi orang lain ada baiknya, seperti kata Om Nur Muhammadian, SEFTer memberikan penjelasan atau ikrar di depan pasien yang kurang lebih: “Demi Allah, yang menyembuhkan anda adalah Allah SWT semata, jika anda belum sembuh atau tidak ada perubahan, maka Allah SWT belum menghendakinya, dan itu yang terbaik bagi anda.”

Ikrar itu memberikan dampak dua arah, Pertama, yaitu ketika sang pasien sembuh dari penyakitnya, maka tidak membuat sang terapi menjadi sombong dan percaya diri berlebihan yang justru bertentangan dengan prinsip dari SEFT itu sendiri [penjelasannya bisa didapatkan pada pelatihan SEFT Total Solution – kira-kira begitu yang saya tangkap dari Om Nur Muhammadian]

Kedua, jika sang pasien tidak ada perubahan atau tidak sembuh setelah dilakukan terapi, maka tidak akan menimbulkan beban mental berupa rasa gagal pada diri terapisnya.

Selanujutnya yang harus dilakukan ketika menterapi diri sendiri atau orang lain adalah sikap mental khusuk, sabar, pasrah, dan ikhlas kepada Allah SWT.

Oke sekarang mari kita mulai

Sebelum tahap pertama disarankan untuk menyingkirkan hal-hal yang bisa menganggu konsentrasi, kalao perlu lepas arloji atau letakkan gadget selama terapi. Kemudian melakukan relaksasi, dengan cara mengambil posisi yang senyaman mungkin kemudian menarik napas panjang dengan membayangkan bahwa berkah dan rahmat Allah dicucurkan melalui ubun-ubun kita, ditahan beberapa saat di dalam dada dan dilepaskan melalui jari-jemari kita ke pada sekitar kita. Lakukan tiga kali dan kemudian masuk pada tahapan berikutnya.

SET UP

Pada saat Set up ini, kita diminta mengucapkan kalimat SET UP yang strukturnya:

Akui – Terima – Pasrahkan

Seperti:

“Ya Allah, meskipun saya merasa cemas/gelisah/khawatir [sebutkan masalah / sakit yang diderita atau yang dirasakan], tetapi saya ikhlas menerima penyakit / masalah saya ini, dan saya pasrahkan kesembuhanku padaMu.”

Sambil berkata demikian tekanlah sore spot [titik nyeri] yang ada pada dada sebelah kiri atau karate chop  yang ada pada bagian telapak tangan (bisa dilihat di gambar di bawah). Lakukan kalimat set up ini dengan khusyuk dan ikhlas sebagaimana anda berdoa.

TUNE IN

Setelah melakun kalimat Set up, selanjutnya adalah Tune in, yaitu membayangkan dan rasa sakit (jika pada saat terapi tidak terasa) atau masalah yang dihadapi – semakin kuat bayangan dan rasanya semakin baik. Untuk pasien yang menderita phobia seperti alergi Durian atau makanan tertentu, bisa dibawakan buah atau makanan tersebut agar tune-in-nya lebih cepat.

Untuk mengetahui perubahan pada saat terapi, maka lebih baik lagi jika sang pasien, di minta membuat skala : 1 sampai dengan 10.  Biasanya setelah satu putaran Tapping, sang pasein ditanya bagaimana rasanya, apakah berkurang atau masih tetap.

TAPPING

Tahapan berikutnya adalah, melakukan tapping -  yaitu melakukan ketukan-ketukan ringan pada titik-titik meredian (bisa di lihat di gambar bawah).

Ada dua macam tapping: Tapping Singkat – ada sekitar 9 titik dan tapping lengkap – ada 18 titik (lihat di gambar bawah).

Usahakan melakukan tapping secara menyulur dulu (baik singkat atau lengkap), baru kembali melakukan tapping, pada titik-titik  tertentu saat yang dianggap perlu, misalnya ada beberapa titik yang saat dilakukan tapping terasa sakit, atau nyeri atau seperti terkena sengatan listrik, maka pada titik tersebut intensitas tappingnya diperbanyak. Ingat intensitas (jumlah) ketukanya saja yang ditingkatkan BUKAN dikeraskan.

Setelah semua tahapan dilalui, maka dilakukan relaksasi lagi seperti di awal dan ucapkan Alhamdulillah.

Catatan:

Sebelum melakukan Sefting, sebisanya yang diterapi meminum segelas air putih [BUKAN teh, kopi apalagi yang lain 😀 😀 😀 ]

Sedangkan untuk Sefter, sebelum sefting diusahakan dalam kondisi fit, dan melakukan seft untuk dirinya.

Selamat mencoba.

****

 Klik Untuk Memperbesar Gambar

SEFT Tapping Point

tapping point

SEFT Tapping Point

SEFT Tapping versi singkat

SEFT Singkat

SEFT Singkat

SEFT Tapping versi Lengkap

Seft Versi Lengkap

Seft Versi Lengkap

 

 

 

Gambar-gambar adalah hak Cipta dari LoGos – SEFT corporation.

oleh Heri Cahyo

Sudah lama pengen nulis pengalaman ini, cuman saya benar-benar ingin mengujinya beberapa kali sebelum benar-benar saya tuliskan.

 

SEFT Point

SEFT Point

Ya, semenjak pelatihan SEFT di Malang Post tanggal 12 Pebruari 2012 yang lalu, saya baru bisa praktik SEFT hanya pada orang-orang di keluarga saya. Mulai istri dan anak-anak.

 

Memang pengalaman saya belum se-dahsyat Om Nur Muhammadian – yang dengan izin Allah bisa menaklukkan 4 perokok hingga insyaf serta membantu seorang yang Phobia terhadap durian menjadi lebih baik, Alhamdulillah.

 

Lha saya?

 

Terus terang bingung  juga, nyari “mangsa” yang punya masalah khusus seperti contoh pasien yang ditangani om Dian di atas, tetapi saya ingat motto dari SEFT – try it on everything – alias cobalah pada apa saja. Maka untuk mencobanya saya menjadikan anak-anak saya untuk saya Tapping.

 

Tentu saja, karena mereka tidak secara langsung saya terapi, maka prosedur SEFT yang harus ada seperti relaksasi, kalimat SET-UP, Tune-in, baru tapping tidak terpenuhi semua. Tappingnya pun bukan yang edisi lengkap tetapi edisi singkat.

 

Nah, kasus yang saya tangani semuanya terkait dengan “menenangkan” anak-anak yang sedang marah dan menangis.

 

Biasalah, 4 orang anak yang usianya antara kelas 5 SD dan yang bontot 2,3 tahun kumpul pasti sering terjadi “bentrokan”.  Dan kalo sudah begitu, yang merasa jadi korban akan menangis meraung-raung, bahkan tidak berhenti sebelum ada pembalasan. Apalagi si Dayyan dan Habib, yang kalo tidak ketemu saling kesepian dan merindukan, tetapi kalo pas bersama selalu ada gesekan.

 

Suatu sore, mereka bertengkar, pemasalahan hanya sepele, saling ejek dan adu mulut. Karena jengkel si habib melempar bantal ke Dayyan, maka seperti biasaterjadi pertempuran dnegan media bantal dan guling.  Setelah saya pisah, mereka saya marahi, tetapi Dayyan tidak terima karena merasa dia benar, dan dia menangis dengan teriak-teriak.  Dan kalo si Dayyan ini track racordnya kalo nangis sejak bayi, bisa bikin orang sekampung pada pengen tahu kenapa. Karena risih dengan tangisan yang meraung-raung saya panggil Dayyan baik-baik untuk masuk ke kamar, dan saya minta tidur. Dia tetap ngomel panjang pendek dan mengatakan saya tidak adil karena memarahi dirinya. Tetapi saya berusaha tenang dan mulai mengajak Dayyan bicara hal-hal lain, tanya kegiatannya di sekolah, tanya game yang biasa dia mainkan, dan macam-macam. Sambil bertanya saya mengetuk-ngetuk pelan bagian atas kepalanya, berlanjut pada titik meridian di ujung alisnya sampai dibawah ketiaknya. Semua saya lakukan dengan perlahan, sambil mengajaknya bicara. Lambat laun, kemarahannya mereda dan sekitar 30 menit kemudian dia tertidur.

 

Kasus kedua, masih masalah nangis dan marah. Kali ini yang jadi korban adalah si bontot Kya. Pasalnya si Habib beraksi menjaili Kya. Entah apa yang dia lakukan yang jelas Kya menangis meraung-raung, sambil berkata… “Habib elek… Habib elek…!”  Saya panggil si Kya dan saya gendong sambil saya ajak ngobrol dan tangan kanan saya juga men-tapping titik-titik meredian yang ada di kepala dan wajahnya dengan pelan, sekitar 10 menit kemudian tangis Kya sudah reda dan bisa saya turunkan dari gendongan.

 

Dan yang paling baru adalah Nadia. Hari ahad lalu, entah mengapa dia dimarahi Ibunya, seperti biasa dia langsug lari ke kamar dan membenamkan muka dan tubuhnya di kasur, sambil menangis terisak-isak. Saya mendekati dan mengajaknya ngobrol, seperti biasa dia merasa sebal dimarahi dan dia berkata dengan sangat emosional. Saya hanya mendengarkan saja sambil mengajak ngobrol hal lain dan tangan kanan saya mentapping mulai kepala hingga daerah di bawah ketiak. Alhamdulilllah beberapa saat kemudian emosinya mulai stabil dan bisa bicara dengan baik, kemudian saya beri air putih dan bisa tersenyum lagi.

 

Siangnya, Habib membuat masalah lagi, kali ini tetap Nadia korbannya. Entah bagaimana ceritanya, tiba-tiba penggaris yang dijadikan Nadia untuk menggambar patah. Tentu saja Nadia berang dan marah kemudian dilanjurkan menangis keras. “Wah, gawat neh, gambarnya bisa dirobek kalo marah!” begitu saya kata saya dalam hati. Pasalnya Nadia saya minta nggambar buat sampul bukunya Om Dian.

 

Segera saya temui Nadia yang sedang ngamuk-ngamuk ke Habib, dan saya peluk sambil saya tapping kepalanya. Saya juga ajak dia ngobrol dan saya janjikan penggarisnya saya ganti. Saya juga minta Dayyan mengambilkan air putih. Setelah beberapa tapping lembut di kepala dan wajah, dan saya beri minum alhamdulillah emosi marahnya mereda dan dia bisa konsentrasi menggambar lagi.

 

Hmmm… tidak terlalu menarik kasusnya, tetapi saya merasa SEFT cukup membantu menenangkan emosi anak-anak saya.

 

Bagaiamana pengalaman anda?

*****************

Gambar di ambil dari sini

Dapatkan pemberitahuan artikel & berita-berita terbaru dari PNBB melalui email anda.
© 2020 PNBB - Allright Reserved - Site Credit
linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram