Forum PNBB

Forum Diskusi Komunitas PNBB

Oleh Nur Muhammadian di PNBB - Proyek Nulis Buku Bareng

 

Sudah dua putaran tapping, gadis cantik yang ingin berhenti merokok itu masih bisa menikmati rokoknya. Teman wanita yang melakukan tapping sudah berkeringat. Apa yang harus saya lakukan?

 

Apakah saya yang harus mentapping?

Sesaat saya terhenti…berpikir…merenung…Teringat sebuah artikel fatwa ustadz tentang hukum seorang dokter menyentuh pasiennya yang berbeda jenis dan bukan muhrim. Tapi saya khan bukan dokter? Dan dia, yang duduk menunggu, seorang gadis cantik yang tampak sehat, segar bugar, tidak sedang dalam kondisi kritis.

 

Tiba-tiba saya teringat, tiba-tiba saya tersadar, bahwa saya seorang SEFTer, meskipun baru belajar. Inilah waktu paling tepat bagi saya untuk menerapkan, meningkatkan ikhlas-khusuk-pasrah. Saya berdoa dalam hati

 

Ya ALLOH saya akan menyentuh saudari saya yang sedang membutuhkan, padahal dia bukan muhrim saya, sehingga bisa menodai kesucian saya. Saya ikhlas. Saya pasrahkan segala urusan tentang kesucian saya jasmani dan rohani kepadaMU ya ALLOH”.

 

Saya tarik napas dan menghembuskannya tiga kali.

 

Saya minta si cantik untuk kembali tune in, menghisap rokoknya dan mempertahankan kenikmatannya, dan saya mulai tapping titik-titik di wajahnya, hanya di wajahnya. Wajah si cantik berubah menjadi kabur, tak lagi terlihat cantik dalam pandangan saya. Yang terlihat hanyalah titik-titik yang harus saya tapping.

 

Setelah dua putaran tapping hanya pada wajah, saya minta dia coba merokok.

 

“Gak enak pak….”

 

Saya tanya apakah dia masih ingin merokok

 

“Masih pak…sedikit”.

 

Saya tapping lagi wajahnya dua putaran.

 

“Semakin gak enak pak…”.

 

Saya tuntaskan dua putaran tapping di wajah, saya tanyakan apakah masih punya keinginan merokok, si cantik yang dalam pandangan saya wajahnya kabur menggelengkan kepalanya

 

“Sudah nggak ada pak…”.

 

ALHAMDULILLAH

 

(Sehari kemudian saya membeli kaos tangan. Dan sampai saat ini sudah saya gunakan untuk men-SEFT seorang ibu)

 

Di ruangan yang sama, client selanjutnya adalah seorang pemuda yang phobia durian.

 

“Sampeyan phobia atau gak suka makan durian mas?”

 

“Saya pikir phobia pak.Wong ngelihat saja saya sudah mual-mual”.

 

”Kalau gitu harus ada durian sekarang, ada durian gak?” Saya bertanya kepada teman-temannya.

 

“Sebentar pak…”.

 

Sambil menunggu durian saya bertanya kepada client apakah anak dan istrinya suka makan durian.

 

“Itulah pak kenapa saya ingin sembuh…Saya ingin bisa mendampingi anak dan istri saya makan durian. Paling nggak saya tidak perlu kabur saat mereka menikmati durian di rumah. Atau saya bisa mengantar dan menemani mereka makan durian di tempat penjualnya, meskipun saya tidak ikut makan”.

 

Beberapa saat kemudian durian datang. Baru saja durian masuk ke dalam ruangan sang client sudah menahan muntah. Saya minta diambilkan tempat sampah yang dilapisi tas plastik dalamnya. Benar saja, begitu mendapatkan tempat sampah sang client langsung muntah ke dalamnya.

 

Waduh….parah nih….

 

Durian

Durian

 

Gambar diambil dari sini

Karena banyak yang bertanya dan penasaran bagaimana cara men-SEFT (Spiritual Emotional Freedom Technique) atau yang lebih populer disebut SEFTing, maka kali ini saya akan berikan paparannya secara garis besar. Untuk teman-teman alumni SEFT mohon koreksinya jika ada yang salah.

Secara umum tahapan SEFTing ada 3:

SET UP – TUNE IN – SEFTing

Sebelum melakukan Sefting ada baiknya diperhatikan pesan dari pendiri SEFT, Ahmad Faiz Zainuddin, yang ringkasnya: bahwa semua kesembuhan itu karena izin dan kasih sayang Allah SWT semata, bukan karena metodenya (SEFT), ataupun SEFTer-nya (yang menterapi).  Oleh karena itu, jika hendak menterapi orang lain ada baiknya, seperti kata Om Nur Muhammadian, SEFTer memberikan penjelasan atau ikrar di depan pasien yang kurang lebih: “Demi Allah, yang menyembuhkan anda adalah Allah SWT semata, jika anda belum sembuh atau tidak ada perubahan, maka Allah SWT belum menghendakinya, dan itu yang terbaik bagi anda.”

Ikrar itu memberikan dampak dua arah, Pertama, yaitu ketika sang pasien sembuh dari penyakitnya, maka tidak membuat sang terapi menjadi sombong dan percaya diri berlebihan yang justru bertentangan dengan prinsip dari SEFT itu sendiri [penjelasannya bisa didapatkan pada pelatihan SEFT Total Solution – kira-kira begitu yang saya tangkap dari Om Nur Muhammadian]

Kedua, jika sang pasien tidak ada perubahan atau tidak sembuh setelah dilakukan terapi, maka tidak akan menimbulkan beban mental berupa rasa gagal pada diri terapisnya.

Selanujutnya yang harus dilakukan ketika menterapi diri sendiri atau orang lain adalah sikap mental khusuk, sabar, pasrah, dan ikhlas kepada Allah SWT.

Oke sekarang mari kita mulai

Sebelum tahap pertama disarankan untuk menyingkirkan hal-hal yang bisa menganggu konsentrasi, kalao perlu lepas arloji atau letakkan gadget selama terapi. Kemudian melakukan relaksasi, dengan cara mengambil posisi yang senyaman mungkin kemudian menarik napas panjang dengan membayangkan bahwa berkah dan rahmat Allah dicucurkan melalui ubun-ubun kita, ditahan beberapa saat di dalam dada dan dilepaskan melalui jari-jemari kita ke pada sekitar kita. Lakukan tiga kali dan kemudian masuk pada tahapan berikutnya.

SET UP

Pada saat Set up ini, kita diminta mengucapkan kalimat SET UP yang strukturnya:

Akui – Terima – Pasrahkan

Seperti:

“Ya Allah, meskipun saya merasa cemas/gelisah/khawatir [sebutkan masalah / sakit yang diderita atau yang dirasakan], tetapi saya ikhlas menerima penyakit / masalah saya ini, dan saya pasrahkan kesembuhanku padaMu.”

Sambil berkata demikian tekanlah sore spot [titik nyeri] yang ada pada dada sebelah kiri atau karate chop  yang ada pada bagian telapak tangan (bisa dilihat di gambar di bawah). Lakukan kalimat set up ini dengan khusyuk dan ikhlas sebagaimana anda berdoa.

TUNE IN

Setelah melakun kalimat Set up, selanjutnya adalah Tune in, yaitu membayangkan dan rasa sakit (jika pada saat terapi tidak terasa) atau masalah yang dihadapi – semakin kuat bayangan dan rasanya semakin baik. Untuk pasien yang menderita phobia seperti alergi Durian atau makanan tertentu, bisa dibawakan buah atau makanan tersebut agar tune-in-nya lebih cepat.

Untuk mengetahui perubahan pada saat terapi, maka lebih baik lagi jika sang pasien, di minta membuat skala : 1 sampai dengan 10.  Biasanya setelah satu putaran Tapping, sang pasein ditanya bagaimana rasanya, apakah berkurang atau masih tetap.

TAPPING

Tahapan berikutnya adalah, melakukan tapping -  yaitu melakukan ketukan-ketukan ringan pada titik-titik meredian (bisa di lihat di gambar bawah).

Ada dua macam tapping: Tapping Singkat – ada sekitar 9 titik dan tapping lengkap – ada 18 titik (lihat di gambar bawah).

Usahakan melakukan tapping secara menyulur dulu (baik singkat atau lengkap), baru kembali melakukan tapping, pada titik-titik  tertentu saat yang dianggap perlu, misalnya ada beberapa titik yang saat dilakukan tapping terasa sakit, atau nyeri atau seperti terkena sengatan listrik, maka pada titik tersebut intensitas tappingnya diperbanyak. Ingat intensitas (jumlah) ketukanya saja yang ditingkatkan BUKAN dikeraskan.

Setelah semua tahapan dilalui, maka dilakukan relaksasi lagi seperti di awal dan ucapkan Alhamdulillah.

Catatan:

Sebelum melakukan Sefting, sebisanya yang diterapi meminum segelas air putih [BUKAN teh, kopi apalagi yang lain 😀 😀 😀 ]

Sedangkan untuk Sefter, sebelum sefting diusahakan dalam kondisi fit, dan melakukan seft untuk dirinya.

Selamat mencoba.

****

 Klik Untuk Memperbesar Gambar

SEFT Tapping Point

tapping point

SEFT Tapping Point

SEFT Tapping versi singkat

SEFT Singkat

SEFT Singkat

SEFT Tapping versi Lengkap

Seft Versi Lengkap

Seft Versi Lengkap

 

 

 

Gambar-gambar adalah hak Cipta dari LoGos – SEFT corporation.

Dapatkan pemberitahuan artikel & berita-berita terbaru dari PNBB melalui email anda.
© 2020 PNBB - Allright Reserved - Site Credit
linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram