Forum PNBB

Forum Diskusi Komunitas PNBB
doa

doa

"I used to believe that we must choose between science and reason on one hand, and spirituality on the other, in how we lead our lives. Now I consider this a false choice. We can recover the sense of sacredness, not just in science, but in perhaps every area of life."  -- - Larry Dossey, M.D.

Ada suatu cerita menarik yang disampaikan Pak Ahmad Faiz – founder SEFT – pada pelatihan SEFT Total Solution, 24-25 Maret 2012 di Surabaya kemarin.

Pada suatu sesi pelatihan, ketika beliau menjelaskan tentang kekuatan doa bagi penyembuhan, maka seorang peserta yang dari sebuah pesantren menginterupsi untuk memberikan sebuah Tips Cara Bagaimana Doa Kita dikabulkan.

Al kisah, sang ustadz, pada suatu ketika mendapatkan musibah sakit. Setelah didiagnosa oleh dokter ternyata jantungnya bermasalah dan harus dipasang semacam kateter. Mengetahui diagonsa tersebut maka beliau sowan kepada guru beliau, seoang kiayi, dan meminta pendapatnya. Oleh gurunya disarankan agar dia mendokan kesembuhan pada minimallimaorang yang sakitnya sama dengan dirinya.

Maka dicarinya keluarganya yang menderita penyakit jantung, tetapi dia hanya menemukan dua orang, akhirnya dia pergi ke rumah sakit jantung dan mencari informasi nama-nama pasien yang mengidap penyakit jantung sebagaimana yang dialaminya. Selanjutnya sang ustadz, mendoakan orang-orang yang tidak dikenalnya ini secara rutin tiap hari. Singkat cerita ada beberapa orang yang didoakan tersebut penyakit jantungnya menjadi berkurang dan sembuh. Dua bulan kemudian setelah secara rutin mendoakan orang lain, sang ustadz kembali memeriksakan penyakitnya, subhanallah atas ijin Allah beliau sembuh dari penyakit jantunnya dan tak perlu operasi.

 

Penasaran dengan “hasil ikhitar pengobatan melalui doa” yang dilakukan, sang ustadz hendak mencoba mengamalkan hal tersebut kepada orang lain. Seorang saudara perempuannya yang belum juga menikah sementara usianya sudah melewati 30 tahun lebih, diminta melakukan ikhtiar yang serupa. Dimintanya dia mencari beberapa wanita yang belum juga mendapatkan jodoh sementara usianya sudah memadai. Dan mereka didoakan secara ikhlas dan sungguh-sungguh agar mendapatkan jodoh, beberapa bulan kemudian beberapa wanita tadi sudah mendapatkan jodoh sementara yang mendoakan belum juga dikarunia jodoh. Akhirnya setelah tanpa lelah ikhtiar dengan cara mendoakan orang lain mendapatkan jodoh, setelah melewati setahun, alhamdulillah akhirnya Allah mempertemukan dengan jodohnya.

 

Selain itu sang ustadz, juga mencoba mensarakankan kepada beberapa orang dengan permasalahan yang berbeda dan hasilnya doa mereka dikabulkan oleh Allah SWT.

Saudara sekalian, Pak Faiz, menceritakan ini ketika beliau menjelaskan tentang kekuatan doa bagi kesembuhan yang secara ilmiah sudah diteliti oleh seorang Dokter yang dulunya atheis bernama Larry Dossey – silahkan lihat websitenya di situsnya di sini 

Nah saudara sekalian jika anda punya permasalahan yang menurut anda belum juga mendapatkan jalan keluar bukankah tidak ada salahnya anda mencoba hal ini?

 

 

 

70persen

70persen

Oleh Nur Muhammadian di PNBB - Proyek Nulis Buku Bareng

Berdasarkan penelitian 70% penyakit manusia disebabkan oleh pikiran (psikosomatis), karena gangguan dari nervous system akibat pemikiran negative yang berpengaruh kepada tubuh.

Dalam buku “You Can Heal Your Life” karya Louise L. Hay disebutkan antara lain :

  1. Penyakit Alergi disebabkan pengaruh emosi penyangkalan kekuatan diri sendiri
  2. Penyakit Maag disebabkan pengaruh emosi takut, perasaan tidak puas dengan diri sendiri
  3. Sakit punggung atas disebabkan pengaruh emosi kebutuhan akan dukungan emosional dari orang lain, perasaan tidak dicintai
  4. Sakit punggung tengah disebabkan pengaruh emosi perasaan bersalah, ketidakmampuan melepas hal-hal yang terjadi di masa lalu
  5. Sakit punggung bawah disebabkan pengaruh emosi ketakutan akan uang, kurang dukungan financial
  6. Sembelit disebabkan pengaruh emosi kemarahan pada diri sendiri, keinginan yang kuat untuk menghukum diri sendiri
  7. Penyakit tekanan darah tinggi disebabkan emosi permasalahan masa lalu yang tidak terselesaikan
  8. Kecanduan disebabkan oleh emosi penolakan diri, melarikan diri, dan tidak tahu bagaimana mencintai diri
  9. Insomnia disebabkan oleh emosi takut, perasaan bersalah, penolakan proses kehidupan
  10. Penyakit liver disebabkan oleh emosi rasa marah yang terpendam.
  11. Penyakit migraine disebabkan oleh emosi kritik diri yang terlalu kuat
  12. Penyakit vertigo disebabkan oleh emosi penolakan akan kenyataan hidup.

Bila sakit anda tak kunjung sembuh setelah berobat secara medis, konsumsi obat bahkan tindakan operasi, maka yang harus segera anda cari dan anda netralisir adalah emosi-emosi negatif yang melandasi penyakit tersebut.

Ketahuilah bahwa melupakan bukan berarti menghilangkan emosi negatif anda. Melupakan hanyalah memindahkannya dari pikiran sadar ke dalam pikiran bawah sadar.

Coba ingat-ingat saat pertama kali anda merasakan sakit… Emosi apa yang anda rasakan saat itu? Peristiwa apa yang anda alami saat itu? Ikhlaskan emosi itu…Pasrahkan kepada Tuhan Yang Maha Pengasih. Bila anda merasa ada orang yang jadi penyebab munculnya emosi itu , ikhlaskan dan / atau maafkanlah.

Panumpukan emosi negatif dalam pikiran bawah sadar sangat berbahaya. Selain sakit fisik, penyakit kejiwaan disebabkan oleh tumpukan emosi negatif yang dibiarkan dan terus menumpuk di pikiran bawah sadar.

Oleh Nur Muhammadian di PNBB - Proyek Nulis Buku Bareng

durian

durian

sangat menggemari durian. Saat masih muda, saat tidak perlu membatasi makan durian, saya bisa menghabiskan minimal lima buah (bukan butir) sekali makan. Dan ALHAMDULILLAH saya tidak pernah mabuk durian. Karena itu saya sangat heran bila ada orang yang tidak suka bahkan phobia durian.

 

Di depan saya duduk seorang pemuda, seorang bapak muda, yang ingin disembuhkan dari phobia durian. Jangankan makan, melihat durian dari kejauhan saja dia sudah mual dan pusing. Padahal istri dan anaknya suka makan durian. Setiap kali istrinya membeli durian dan dibawa pulang ke rumah, harus segera dimakan sampai habis, sementara dia tidak akan pulang dan masuk rumah sampai duriannya habis dan kulitnya dibuang jauh-jauh. Dia ingin sembuh agar bisa mendampingi, merasakan kebahagiaan istri dan anaknya saat makan durian, meskipun tidak ikut makan.

 

Untuk proses therapy saya membutuhkan durian, selain untuk proses penyembuhannya juga saya saat itu ingin makan durian, dan teman-temannya client bersedia mencarikan. Baru saja durian sampai di pintu ruangan, si client sudah muntah-muntah. Saya member aba-aba kepada pembawa durian untuk berhenti di tempatnya, tidak bergerak mendekat. Kemudian saya tuntun client melakukan set up “Ya ALLOH meskipun saya merasa mual, pusing dan muntah bila melihat dan mencium bau durian, saya ikhlas. Saya serahkan, saya pasrahkan segala urusan hilangnya mual, pusing dan muntah bila melihat dan mencium bau durian kepadaMU”. Kemudian saya minta dia memandang durian di kejauhan agar bisa tune in. Saat dia menahan mualnya saya tapping dua putaran. Mualnya berkurang. Saya minta durian dibawa sedikit mendekat, sang client muntah lagi, saya tapping lagi satu putaran singkat. Begitu seterusnya sampai durian ada di hadapannya. Setiap kali muntah saya minta client minum air putih untuk meredakan mualnya.

 

Saya minta durian dibelah, client langsung muntah. Saya tapping dua putaran singkat. Client masih mual. Saya tapping lagi, sampai empat putaran singkat, sudah sangat berkurang mualnya.

Saya dia mendekatkan durian yang sudah terbelah itu ke hidungnya, dia langsung muntah lagi. Setiap dua putaran singkat saya minta dia mendekatkan durian ke hidungnya dan menciumnya. Sampai empat kali dua putaran dia masih merasa mual dan mau muntah.

Saya kasihan melihatnya sudah mulai lemas.

“Bagaimana mas dilanjutkan?”

”Lanjutkan saja pak, saya ingin sembuh”

Saya tambah dua putaran tapping lagi dan saya minta dia mencium durian.

“Lho pak…Kok baunya berubah…!”

“Berubah bagaimana…?”

“Baunya berubah jadi bau sirsak pak…!”

“Gak mual lagi?”

“Enggak pak…Wong baunya kayak sirsak gini…”

Kami seisi ruangan tertawa riuh mendengarnya.

Saya minta dia mencicipi sedikit durian itu, dia langsung muntah.

“Mas…Set upnya tadi hanya menyembuhkan mual bila melihat dan mencium durian. Apa kita teruskan sekarang untuk menghilangkan mual bila memakan durian?”

“Nggak dulu pak…Yang penting saya sekarang bisa menemani anak istri saya, meskipun tidak ikut makan”

**********

Gambar diambil dari sini

Oleh Nur Muhammadian di PNBB - Proyek Nulis Buku Bareng

 

Sudah dua putaran tapping, gadis cantik yang ingin berhenti merokok itu masih bisa menikmati rokoknya. Teman wanita yang melakukan tapping sudah berkeringat. Apa yang harus saya lakukan?

 

Apakah saya yang harus mentapping?

Sesaat saya terhenti…berpikir…merenung…Teringat sebuah artikel fatwa ustadz tentang hukum seorang dokter menyentuh pasiennya yang berbeda jenis dan bukan muhrim. Tapi saya khan bukan dokter? Dan dia, yang duduk menunggu, seorang gadis cantik yang tampak sehat, segar bugar, tidak sedang dalam kondisi kritis.

 

Tiba-tiba saya teringat, tiba-tiba saya tersadar, bahwa saya seorang SEFTer, meskipun baru belajar. Inilah waktu paling tepat bagi saya untuk menerapkan, meningkatkan ikhlas-khusuk-pasrah. Saya berdoa dalam hati

 

Ya ALLOH saya akan menyentuh saudari saya yang sedang membutuhkan, padahal dia bukan muhrim saya, sehingga bisa menodai kesucian saya. Saya ikhlas. Saya pasrahkan segala urusan tentang kesucian saya jasmani dan rohani kepadaMU ya ALLOH”.

 

Saya tarik napas dan menghembuskannya tiga kali.

 

Saya minta si cantik untuk kembali tune in, menghisap rokoknya dan mempertahankan kenikmatannya, dan saya mulai tapping titik-titik di wajahnya, hanya di wajahnya. Wajah si cantik berubah menjadi kabur, tak lagi terlihat cantik dalam pandangan saya. Yang terlihat hanyalah titik-titik yang harus saya tapping.

 

Setelah dua putaran tapping hanya pada wajah, saya minta dia coba merokok.

 

“Gak enak pak….”

 

Saya tanya apakah dia masih ingin merokok

 

“Masih pak…sedikit”.

 

Saya tapping lagi wajahnya dua putaran.

 

“Semakin gak enak pak…”.

 

Saya tuntaskan dua putaran tapping di wajah, saya tanyakan apakah masih punya keinginan merokok, si cantik yang dalam pandangan saya wajahnya kabur menggelengkan kepalanya

 

“Sudah nggak ada pak…”.

 

ALHAMDULILLAH

 

(Sehari kemudian saya membeli kaos tangan. Dan sampai saat ini sudah saya gunakan untuk men-SEFT seorang ibu)

 

Di ruangan yang sama, client selanjutnya adalah seorang pemuda yang phobia durian.

 

“Sampeyan phobia atau gak suka makan durian mas?”

 

“Saya pikir phobia pak.Wong ngelihat saja saya sudah mual-mual”.

 

”Kalau gitu harus ada durian sekarang, ada durian gak?” Saya bertanya kepada teman-temannya.

 

“Sebentar pak…”.

 

Sambil menunggu durian saya bertanya kepada client apakah anak dan istrinya suka makan durian.

 

“Itulah pak kenapa saya ingin sembuh…Saya ingin bisa mendampingi anak dan istri saya makan durian. Paling nggak saya tidak perlu kabur saat mereka menikmati durian di rumah. Atau saya bisa mengantar dan menemani mereka makan durian di tempat penjualnya, meskipun saya tidak ikut makan”.

 

Beberapa saat kemudian durian datang. Baru saja durian masuk ke dalam ruangan sang client sudah menahan muntah. Saya minta diambilkan tempat sampah yang dilapisi tas plastik dalamnya. Benar saja, begitu mendapatkan tempat sampah sang client langsung muntah ke dalamnya.

 

Waduh….parah nih….

 

Durian

Durian

 

Gambar diambil dari sini

Karena banyak yang bertanya dan penasaran bagaimana cara men-SEFT (Spiritual Emotional Freedom Technique) atau yang lebih populer disebut SEFTing, maka kali ini saya akan berikan paparannya secara garis besar. Untuk teman-teman alumni SEFT mohon koreksinya jika ada yang salah.

Secara umum tahapan SEFTing ada 3:

SET UP – TUNE IN – SEFTing

Sebelum melakukan Sefting ada baiknya diperhatikan pesan dari pendiri SEFT, Ahmad Faiz Zainuddin, yang ringkasnya: bahwa semua kesembuhan itu karena izin dan kasih sayang Allah SWT semata, bukan karena metodenya (SEFT), ataupun SEFTer-nya (yang menterapi).  Oleh karena itu, jika hendak menterapi orang lain ada baiknya, seperti kata Om Nur Muhammadian, SEFTer memberikan penjelasan atau ikrar di depan pasien yang kurang lebih: “Demi Allah, yang menyembuhkan anda adalah Allah SWT semata, jika anda belum sembuh atau tidak ada perubahan, maka Allah SWT belum menghendakinya, dan itu yang terbaik bagi anda.”

Ikrar itu memberikan dampak dua arah, Pertama, yaitu ketika sang pasien sembuh dari penyakitnya, maka tidak membuat sang terapi menjadi sombong dan percaya diri berlebihan yang justru bertentangan dengan prinsip dari SEFT itu sendiri [penjelasannya bisa didapatkan pada pelatihan SEFT Total Solution – kira-kira begitu yang saya tangkap dari Om Nur Muhammadian]

Kedua, jika sang pasien tidak ada perubahan atau tidak sembuh setelah dilakukan terapi, maka tidak akan menimbulkan beban mental berupa rasa gagal pada diri terapisnya.

Selanujutnya yang harus dilakukan ketika menterapi diri sendiri atau orang lain adalah sikap mental khusuk, sabar, pasrah, dan ikhlas kepada Allah SWT.

Oke sekarang mari kita mulai

Sebelum tahap pertama disarankan untuk menyingkirkan hal-hal yang bisa menganggu konsentrasi, kalao perlu lepas arloji atau letakkan gadget selama terapi. Kemudian melakukan relaksasi, dengan cara mengambil posisi yang senyaman mungkin kemudian menarik napas panjang dengan membayangkan bahwa berkah dan rahmat Allah dicucurkan melalui ubun-ubun kita, ditahan beberapa saat di dalam dada dan dilepaskan melalui jari-jemari kita ke pada sekitar kita. Lakukan tiga kali dan kemudian masuk pada tahapan berikutnya.

SET UP

Pada saat Set up ini, kita diminta mengucapkan kalimat SET UP yang strukturnya:

Akui – Terima – Pasrahkan

Seperti:

“Ya Allah, meskipun saya merasa cemas/gelisah/khawatir [sebutkan masalah / sakit yang diderita atau yang dirasakan], tetapi saya ikhlas menerima penyakit / masalah saya ini, dan saya pasrahkan kesembuhanku padaMu.”

Sambil berkata demikian tekanlah sore spot [titik nyeri] yang ada pada dada sebelah kiri atau karate chop  yang ada pada bagian telapak tangan (bisa dilihat di gambar di bawah). Lakukan kalimat set up ini dengan khusyuk dan ikhlas sebagaimana anda berdoa.

TUNE IN

Setelah melakun kalimat Set up, selanjutnya adalah Tune in, yaitu membayangkan dan rasa sakit (jika pada saat terapi tidak terasa) atau masalah yang dihadapi – semakin kuat bayangan dan rasanya semakin baik. Untuk pasien yang menderita phobia seperti alergi Durian atau makanan tertentu, bisa dibawakan buah atau makanan tersebut agar tune-in-nya lebih cepat.

Untuk mengetahui perubahan pada saat terapi, maka lebih baik lagi jika sang pasien, di minta membuat skala : 1 sampai dengan 10.  Biasanya setelah satu putaran Tapping, sang pasein ditanya bagaimana rasanya, apakah berkurang atau masih tetap.

TAPPING

Tahapan berikutnya adalah, melakukan tapping -  yaitu melakukan ketukan-ketukan ringan pada titik-titik meredian (bisa di lihat di gambar bawah).

Ada dua macam tapping: Tapping Singkat – ada sekitar 9 titik dan tapping lengkap – ada 18 titik (lihat di gambar bawah).

Usahakan melakukan tapping secara menyulur dulu (baik singkat atau lengkap), baru kembali melakukan tapping, pada titik-titik  tertentu saat yang dianggap perlu, misalnya ada beberapa titik yang saat dilakukan tapping terasa sakit, atau nyeri atau seperti terkena sengatan listrik, maka pada titik tersebut intensitas tappingnya diperbanyak. Ingat intensitas (jumlah) ketukanya saja yang ditingkatkan BUKAN dikeraskan.

Setelah semua tahapan dilalui, maka dilakukan relaksasi lagi seperti di awal dan ucapkan Alhamdulillah.

Catatan:

Sebelum melakukan Sefting, sebisanya yang diterapi meminum segelas air putih [BUKAN teh, kopi apalagi yang lain 😀 😀 😀 ]

Sedangkan untuk Sefter, sebelum sefting diusahakan dalam kondisi fit, dan melakukan seft untuk dirinya.

Selamat mencoba.

****

 Klik Untuk Memperbesar Gambar

SEFT Tapping Point

tapping point

SEFT Tapping Point

SEFT Tapping versi singkat

SEFT Singkat

SEFT Singkat

SEFT Tapping versi Lengkap

Seft Versi Lengkap

Seft Versi Lengkap

 

 

 

Gambar-gambar adalah hak Cipta dari LoGos – SEFT corporation.

Dapatkan pemberitahuan artikel & berita-berita terbaru dari PNBB melalui email anda.
© 2020 PNBB - Allright Reserved - Site Credit
linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram